Jakarta, CNBC Indonesia – Penemuan harta karun minyak dan gas (migas) di Wilayah Kerja Andaman di sebelah utara Aceh menjadi kabar baik bagi Indonesia. Pasalnya, Indonesia kini memiliki pasokan tambahan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tutuka Ariadji mengatakan, wilayah Andaman kemungkinan bisa masuk dalam area giant discovery yang berpotensi menjadi temuan cadangan migas terbesar dunia. Terutama jika Repsol selaku operator Blok Andaman III kembali mengulang kesuksesan yang dilakukan oleh Premier Oil di Andaman II.

“Blok Andaman III, kan, oleh Repsol. Kalau ini ketemu juga ini bisa menjadi penemuan besar dunia. Kalau di sana ketemu, menyebarnya ke Thailand karena arahnya ke sana jadi luar biasa kalau ada,” kata dia dikutip, Minggu (7/8/2022).

Tutuka mengatakan potensi sumber daya untuk Blok Andaman II sendiri rata rata sekitar 6 Trillion Cubic Feet (TCF). Ia pun optimistis jika potensi sumber daya Blok Andaman III tidak akan jauh dari potensi Andaman II.

“Sekarang discovery ini gak ada yang besar. Kalau dia nanti ketemu besar (Andaman). Ini kan ngebor setelah sumur Timpan (Andaman II), satu nanti sumur Rencong (Andaman III) itu akan kita lihat,” ujarnya.

Seperti diketahui harta karun migas itu tidak lepas dari temuan di area Andaman II, lepas pantai Aceh, yang dioperatori oleh Premier Oil dan di area Andaman III oleh Repsol. Di Blok Andaman II, Premier Oil menemukan cadangan migas melalui pengeboran sumur Timpan-1 dengan potensi sumber daya migas mencapai rata rata sekitar 6 Trillion Cubic Feet (TCF).

Namun, potensi dari Andaman II ini disebut bisa lebih besar. Pasalnya temuan itu baru melangsungkan pengeboran pada satu struktur saja, sedangkan Blok Andaman II memiliki 10 struktur.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto berharap Blok Andaman II menjadi temuan besar ke depannya, setelah nanti ditemukannya cadangan di struktur lain. Di samping itu, ia juga menaruh harapan pada Andaman I dan Andaman II.

“Di Andaman II sendiri ada 10 struktur yang sekarang ditemukan baru satu sumur, di mana dari struktur itu diperkirakan estimasi cadangannya 1,5 triliun kaki kubik (TCF),” kata dia.

Menurut Dwi, untuk menuju ke tahap rencana pengembangan atau biasa disebut Plan of Development (POD), setidaknya Premier Oil perlu melakukan pengeboran dua sumur lagi di Blok Andaman II.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Harta Karun Paling Misterius di RI Bernama Flor de la Mar

(hsy/hsy)


Artikel ini bersumber dari news.google.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News