TANGERANG, KOMPAS.com – Meski masih berupa prototipe, namun kehadiran Daihatsu Ayla EV di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 cukup mengejutkan.

Sosok Ayla EV menjadi produk yang menyita perhatian pengunjung, bahkan bisa dibilang menjadi salah satu magnet dalam gelaranan GIIAS tahun ini.

Hal tersebut cukup wajar, pasalnya banyak pecinta otomotif yang penasaran soal transformasi mobil murah ramah lingkungan alias LCGC ini, menjadi mobil listrik murni.

Pengembangan Ayla EV murni dilakukan Research & Development (R&D) Astra Daihatsu Motor (ADM) Indonesia. Bahkan diklaim mendapat dukungan dari Jepang sebagai pihak prinsipal.

Baca juga: Bicara Status Daihatsu Ayla EV yang Curi Perhatian di GIIAS 2022


“Mereka (prinsipal) support, tapi kita tetap berkolaborasi. Bahkan mereka juga memberikan keleluasaan karena pada prinsipnya R&D kita juga partner dengan prinsipal, jadi mereka juga memberikan ruang bagi kreativitas teman-teman (Indonesia),” ujar Soni Satriya, Design Engineering Division Head Research & Development (R&D) Astra Daihatsu Motor (ADM), kepada Kompas.com, Jumat (12/8/2022).

Lantas bagaimana prospek ke depannya, apakah Ayla EV bisa jadi mobil listrik murah massal pertama Daihatsu, atau sebatas mimpi?

Peluang Daihatsu Ayla EV Jadi Mobil Listrik Murah Massal Halaman allKOMPAS.com/STANLY RAVEL Ruang mesin Ayla EV yang kini sudah digantikan dengan baterai.

Menjawab hal ini, Sony menjelaskan pada dasarnya sampai saat ini pihak R&D ADM masuk terus melakukan riset dari model prototipe yang ada.

“Menurut saya, untuk produk masa depan harus ada pengkajian yang lebih lanjut. Tantangan EV di Indonesia ini dari regulasi, infrastruktur, dan belum lagi soal supply chain electric yang juga sangat penting,” ujar Sony.

Baca juga: Masih Studi, Daihatsu Mulai Proyek Ayla EV sejak 2020

“Jadi kami pikir cukup men-studi. Kalau ditanya optimis atau tidak, ini bicara soal pribadi (di luar ADM) sebenarnya teknologi itu selalu ada tren, tapi untuk sampai mature butuh proses serta tergantung banyak faktor lain,” katanya.

Daihatsu Ayla EVKOMPAS.com/STANLY RAVEL Daihatsu Ayla EV

Hal serupa sebelumnya juga sudah dijelaskan oleh Marketing Director and Corporate Planning & Communication Director PT ADM Sri Agung Handayani.

Menurut Agung, sampai saat ini untuk Ayla EV memang masih dalam tahapan konsep serta studi yang harus dilalui sampai memenuhi tiga pilar kendaraan, yakni kualitas, convert ke customer, dan safety.

“Begitu selesai semua studi dan kita percaya (mobil) ini bisa dipakai untuk konsumen, pasti kita akan informasikan secepatnya,”¬†ujar Agung di ICE BSD, Kamis (11/8/2022).

“Kita sekarang sedang fokus untuk menyelesaikan proses studi kita. Jadi, itu yang lebih penting supaya mobilnya bukan cepat diluncurkan, tapi memenuhi tiga pilar tadi. Hal itu yang lebih penting bagi kami dari manufaktur,” lanjutnya.

Baca juga: Alasan Honda Pilih Luncurkan Small SUV dalam Waktu Dekat

Daihatsu Ayla EVKOMPAS.com/STANLY RAVEL Daihatsu Ayla EV

Diketahui versi Ayla EV yang saat ini mejeng di booth Daihatsu dalam ajang GIIAS, merupakan pengembangan versi kedua yang telah dimulai sejak 2020.

Untuk versi pertama, proses rancang bangun dilakukan secara internal dengan bentuk rangkaian kelistrikan dan menggunakan baterai berkapasitas 5 kWh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini bersumber dari news.google.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News