customer.co.id – Fungsi sosok yang memangku jabatan kepemimpinan di suatu organisasi bukan hanya mengepalai, memimpin, atau memerintah kelompok untuk bekerja sama mencapai tujuan tertentu.

Ada banyak gaya kepemimpinan yang bisa diadopsi seorang atasan, mulai dari kepemimpinan demokratis sampai otoriter.

Namun, apa pun tipe kepemimpinan seorang atasan, ia idealnya harus memenuhi fungsi-fungsi utama yang telah Glints rangkum di bawah ini.

1. Merencanakan

Perencanaan adalah fungsi kepemimpinan yang paling awal. Perencanaan strategis adalah fondasi yang mendasari tiga fungsi manajerial lainnya.

Seorang pemimpin harus bisa memandang jauh ke depan untuk menentukan tujuan organisasi dalam jangka panjang dan memetakan langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mencapainya.

Sebagai contoh, tujuan utama organisasi adalah untuk meningkatkan penjualan perusahaan.

Manajer pertama-tama perlu memutuskan langkah apa saja yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu.

Langkah-langkah itu mungkin termasuk memanfaatkan iklan, memberdayakan inventaris, memperbanyak staf sales, meningkatkan operasi, hingga mengubah taktik pemasaran.

Langkah-langkah yang diperlukan ini kemudian dikembangkan menjadi rencana konkret.

Fungsi perencanaan dalam kepemimpinan juga termasuk memastikan dengan segala cara agar tujuan utama tidak berbelok atau berubah karena terpengaruh hal-hal di luar ekspektasi.

2. Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah fungsi kepemimpinan kedua setelah perencanaan.

Ketika rencana sudah dibuat, pemimpin dapat mulai menerapkannya dalam perusahaan tersebut untuk mencapai peningkatan penjualan.

Pada tahap ini, manajer mulai mengumpulkan dan menyelaraskan semua sumber daya yang dimilikinya (orang, peralatan, dan uang) sehingga rencana tersebut dapat dieksekusi.

Sumber daya ini semuanya penting untuk menyelesaikan tugas atau proyek. Fungsi kepemimpinan dalam tahap organizing juga termasuk memastikan ketiga sumber daya digunakan seefektif dan seefisien mungkin.

Menetapkan prosedur dan mengembangkan indikator kinerja adalah dua elemen penting dalam fungsi pengorganisasian.

3. Penyusunan staf

Merangkum CliffsNotes, staffing adalah salah satu fungsi kepemimpinan berupa penyusunan anggota dalam organisasi.

Setelah seorang manajer memahami tujuan dan kebutuhannya, ia dapat memutuskan untuk menambah stafnya.

Prosesnya dapat dengan merekrut, memilih, melatih, dan mengembangkan keterampilan mereka, agar setiap orang dapat berkontribusi secara maksimal kepada organisasi.

Seorang manajer di sebuah organisasi besar seringnya bekerja sama dengan departemen HRD untuk mencapai tujuan ini.

4. Memimpin

Memimpin adalah cara yang ditempuh atasan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Spesifiknya, melansir TopPR, memimpin adalah bagaimana cara seorang manajer berkomunikasi, memandu, memotivasi, dan mendorong timnya bekerja mencapai tujuan akhir.

Setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinannya masing-masing.

Beberapa manajer memberikan arahan, yang lain meminta feedback dan pendapat setiap karyawan tentang cara melanjutkan dan mengambil keputusan.

5. Pengendalian

Fungsi pengendalian adalah untuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai dengan prosedur dan rencana keseluruhan.

Pemimpin harus terus memeriksa proses dan hasilnya apakah selaras dengan tujuan akhir yang ingin dicapai.

Dalam prosesnya ia juga berhak mengambil tindakan tertentu untuk memastikan bahwa rencananya tetap berada di jalan yang benar.

Sebagai contoh, manajer harus mengamati berapa lama waktu yang dibutuhkan atau berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk mengerjakan suatu proyek.

Jika ada satu saja aspek di lapangan berbeda dari rencana, manajer dapat memutuskan untuk beradaptasi dan merombak ulang rencana jika diperlukan.

6. Koordinasi

Fungsi kepemimpinan selanjutnya adalah koordinasi. Seorang pemimpin memiliki peran untuk membantu kelancaran kerja sama dan komunikasi antarkaryawan maupun antardepartemen.

Pemimpin merupakan salah satu orang yang paling memahami tujuan atau visi yang ingin dicapai.

Maka dari itu, ia juga harus mampu membantu karyawannya jika sewaktu-waktu mengalami hambatan.

Kesulitan yang dialami oleh satu orang atau satu departemen dapat mempengaruhi kinerja yang lain. Jadi, fungsi kepemimpinan yang satu ini tidak boleh terlewatkan.

7. Motivasi

Ketika karyawan mulai menunjukkan penurunan kinerja, di situlah peran seorang pemimpin dibutuhkan.

Kepemimpinan tak hanya berfungsi untuk mengontrol atau mengarahkan, tetapi juga membangkitkan kembali semangat yang mulai hilang di antara anggotanya.

Menurut Article Library, sebagai leader, kamu bisa bantu mempengaruhi mereka baik dari cara berpikir maupun bersikap.

Jika kepemimpinanmu justru membuat mereka demotivasi di kantor atau kehilangan motivasi, maka evaluasi ulanglah caramu memimpin para anggota.

8. Komunikasi

Kepemimpinan juga memiliki fungsi sebagai penengah yang menjembatani antara manajemen dan karyawan lainnya.

Terkadang, mungkin ada beberapa kebijakan manajemen yang kurang memuaskan bagi karyawan.

Jika kamu merupakan seorang team leader, kamu harus bisa menjembatani komunikasi antara keduanya.

Tak hanya antara manajemen dan karyawan, fungsi kepemimpinan juga memastikan kelancaran komunikasi dengan seluruh lini organisasi untuk mencapai tujuan bersama.

9. Representasi

Seorang pemimpin biasanya harus mewakili organisasi ketika harus bertemu dengan pihak eksternal.

Baik itu dalam pertemuan rapat, konferensi, acara, dan lain sebagainya.

Sebagai representasi atau perwakilan organisasi, leader harus tahu bagaimana caranya agar tidak mencoreng nama baik organisasi atau perusahaan.

10. Evaluasi

Fungsi kepemimpinan selanjutnya adalah mengadakan evaluasi untuk menilai kinerja seluruh tim.

Pemimpin harus mampu menilai apakah tujuan dan perencanaan yang awalnya telah dibuat, sudah berjalan sesuai yang diharapkan.

Namun, tak hanya harus pintar menilai, seorang pemimpin juga diharapkan bisa memberikan arahan yang lebih baik ke depannya harus seperti apa.

Terutama jika kamu menerapkan kepemimpinan yang visioner, kamu pasti bisa membantu anggotamu untuk mencapai kesuksesan secara kolaboratif.

11. Inisiasi

Sejatinya, semua anggota tim haruslah memiliki inisiatif yang cukup baik.

Namun, sebagai pemimpin, kamu memiliki tanggung jawab lebih untuk menginisiasi sesuatu. Inisiatif yang dimaksud bisa berupa hal apa pun, misalnya:

    brainstorming ide

    koordinasi dengan departemen lain

    klarifikasi informasi kepada atasan

    dan lain-lain

Jika insiatif pemimpin tidak bisa diandalkan, kinerja seluruh tim akhirnya menjadi lebih lambat dari yang seharusnya.

12. Dominasi

Yang dimaksud fungsi dominasi di sini bukanlah untuk memanfaatkan kuasa demi kepentingan pribadi.

Namun, ada waktu-waktu tertentu di mana ketegasan pemimpin diperlukan sebagai penengah atau pembuat keputusan.

Meskipun memiliki fungsi dominasi, seorang pemimpin harus tetap bersikap demokratis.

Seperti apakah gaya kepemimpinan demokratis itu?

Nah, Glints sudah pernah membahasanya secara lengkap. Ayo pelajari gaya kepemimpinan demokratis berikut supaya kamu bisa jadi pemimpin yang tegas namun tidak otoriter!

13. Goal setting

Untuk menetapkan tujuan, pemimpin bisa berunding bersama para anggota tim.

Namun, secara umum, fungsi kepemimpinan salah satunya adalah untuk menentukan kemana arah tim selanjutnya.

Banyak yang menyamakan pemimpin dengan nahkoda kapal. Hal tersebut karena perannya yang memang mirip, yaitu menentukan dan membawa anggotanya ke tujuan akhir dari suatu perjalanan.

14. Membuat visi

Sedikit berbeda dengan poin sebelumnya, visi merupakan tujuan yang lebih besar dibandingkan dengan goal.

Meskipun dibuat secara bersama-sama, pemimpin harus mampu menentukan visi mana yang akan dipilih dan alasan rasional dibaliknya.

Hal ini sangat penting karena setiap kegiatan perusahaan nantinya akan dilakukan demi mencapai visi tersebut.

Visi memang sewaktu-waktu bisa diubah. Namun, jangan sampai pemimpin melakukan ini hanya karena ikut-ikutan atau dipengaruhi seseorang tanpa alasan yang kuat dibalik keputusannya.

15. Policy-making

Fungsi kepemimpinan selanjutnya adalah memastikan bahwa seluruh kegiatan perusahaan bisa berjalan dengan efektif dan efisien.

Untuk melakukannya, diperlukan susunan kebijakan dan regulasi yang optimal agar seluruh bagian dapat bekerja sama dengan baik.

Regulasi juga berkaitan erat dengan kinerja dan mempengaruhi performa tim secara keseluruhan.

Contohnya regulasi mengenai benefit tambahan karyawan, sistem kerja, dan lain sebagainya.

16. Rencana strategi

Terlepas dari apa gaya kepemimpinan atasan, fungsi memimpin melibatkan pembagian tugas (pendelegasian) dan menentukan siapa yang melakukan apa (pemberian wewenang).

Hal inilah yang termasuk kedalam penyusunan strategi terbaik, termasuk strategi meningkatkan kinerja anggotanya.

Seorang pemimpin yang baik menggunakan cara-cara positif untuk mendongkrak kepercayaan diri karyawan sehingga biasanya turut meningkatkan kinerja.

17. Role model

Fungsi kepemimpinan selanjutnya adalah menjadi role model untuk anggotanya.

Role model adalah seseorang yang menginspirasi dan menjadi contoh bagi orang lain. Seseorang dipilih menjadi pemimpin biasanya karena mereka dinilai bisa menjadi contoh yang baik.

Jika pemimpinnya saja sering terlambat, jangan heran jika anggota yang lainnya pun ikut-ikutan tidak disiplin.

18. Pengamat

Sebagai orang yang paling memahami tujuan, kamu juga harus bisa mengobservasi apa yang terjadi di dalam tim.

Sebelum ada kesalahan besar yang fatal, pemimpin yang baik biasanya mampu mengidentifikasi gejala krisis lebih awal.

Dengan begitu, mereka akan lebih cekatan melakukan tindakan pencegahan dan penyelesaian agar permasalahan tidak menjadi lebih besar.

19. Penasihat

Karyawan pasti akan menemukan kesulitan atau hambatan ditengah-tengah pekerjaannya.

Selain itu, mereka juga kadang bingung dalam menghasilkan keputusan akhir terkait pekerjaannya. Misalnya dalam memikirkan ide promosi marketing bulan depan.

Dalam situasi seperti itu, fungsi kepemimpinan selanjutnya adalah memberi nasihat atau arahan agar mereka bisa mengambil keputusan terbaik.

Ada waktunya di mana pemimpin perlu berperan sebagai orang yang dominan dan langsung mengambil keputusan. Namun, ada juga saatnya di mana mereka hanya perlu berperan sebagai advisor atau penasihat.

20. Mediator

Konflik di tempat kerja merupakan hal yang tak bisa dihindari.

Jika tidak diselesaikan menggunakan resolusi konflik yang tepat, konflik yang belum terselesaikan secara tuntas justru dapat meledak di kemudian hari.

Untuk mencegah hal ini terjadi, dibutuhkan pemimpin yang mampu menjadi mediator antara pihak-pihak yang sedang berkonflik.

Mereka harus mampu melihat akar masalah dan mengomunikasikan alternatif solusi yang objektif.

Setiap manajer di semua tingkatan di setiap organisasi idealnya memiliki lima fungsi kepemimpinan di atas.

Akan tetapi, porsi waktu yang dihabiskan untuk menjalani setiap fungsi tergantung pada tingkat kepemimpinan seseorang dalam organisasi.

Sumber

    Leadership

    Functions of Managers

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News