loading…

Kadin dorong sektor industri terapkan transisi energi. FOTO/Istimewa

JAKARTAKamar Dagang Indonesia (Kadin) menyoroti masih minimnya penggunaan energi terbarukan di sektor industri. Berdasarkan laporan 76% industri belum memulai transisi energi.

“Kita lupa bahwa bentuk energi final yang dikonsumsi sektor industri tidak hanya listrik akan tetapi juga bahan bakar,” Ketua Komite Tetap Energi Baru dan Terbarukan Kadin Muhammad Yusrizki dalam kegiatan International Renewable Energy Agency (IRENA)-Indonesia G20 Energy Transition Investment Pre-Forum Meeting di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta, Selasa (19/06/2022).

Baca Juga: Kadin Dorong Transformasi Ekonomi Digital UMKM Masuk Agenda Presidensi G20 dan B20

Berdasarkan Handbook of Energy & Economy Statistics of Indonesia yang diterbitkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) keseluruhan konsumsi energi sektor industri sebesar 23,1% dari sumber energi listrik, batu bara 33% dan bahan bakar minyak 43%. Dengan demikian, pihaknya mengajak pemangku kepentingan, terutama kalangan industri untuk bersama-sama menjalankan transisi energi. “Transisi energi di sektor industri yang secara proporsional lebih besar dan menjadi peluang investasi berkelanjutan,” kata dia.

Baca Juga: Banyak Negara Incar RI untuk Investasi, Kadin: Potensinya Rp1.800 Triliun

Dia mengungkapkan penggunaan energi rendah di sektor industri karbon akan membantu pemerintah mengejar target net zero emission. Terkait harga bisa dirembug antara industri dengan Kementerian ESDM. “Bagi industri dapat menghitung manfaat yang mereka bisa dari EBT. Saya yakin banyak cara yang bisa dilakukan oleh Kementerian ESDM apabila mereka melihat urgensi di sektor industri,” kata dia.

(nng)

Artikel ini bersumber dari ekbis.sindonews.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News