loading…

BI bisa sewaktu-waktu melepas surat utangnya ke pasar demi menjaga rupiah. Foto/Dok

JAKARTA – Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Edi Susianto menyampaikan bahwa sebagai bagian dari normalisasi kebijakan moneter , BI secara konsisten terus melakukan langkah-langkah normalisasi likuiditas.

Baca juga: Survei BI: Permintaan dan Penyaluran Kredit Perbankan Meningkat di Juni 2022

“Setelah menaikkan rasio GWM yang implementasinya dilakukan secara gradual, BI juga memperkuat pelaksanaan operasi moneter rupiah termasuk melalui penjualan SBN di pasar sekunder,” ujar Edi kepada MNC Portal di Jakarta, Selasa (19/7/2022).

Penjualan SBN tersebut bertujuan untuk menyerap kelebihan likuiditas di pasar keuangan sehingga dapat memperbaiki kondisi supply-demand terutama di pasar uang. Dalam pelaksanaannya, BI mengutamakan penjualan SBN tenor pendek secara terukur dengan mempertimbangkan dinamika pasar.

Baca juga: Bikin Takjub, Daftar Harga RX King Bekas Ada yang Rp9 Jutaan hingga Rp50 Juta

“Ke depan, BI tetap akan memonitor dinamika likuiditas di pasar keuangan dalam rangka menjaga agar transmisi kebijakan moneter berjalan dengan efektif,” pungkasnya.

(uka)

Artikel ini bersumber dari ekbis.sindonews.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News