Harga kebutuhan pokok yang semakin mahal, tiket pesawat meroket hingga tempat tinggal yang tidak terjangkau, menjadi keluhan netizen. Hal itu dianggap tidak seimbang dengan gaji yang masuk ke kantong.

Akun @pembicaraan pandemi mengungkap percakapan pekerja yang curhat karena naiknya berbagai kebutuhan pokok. Namun, tidak diiringi dengan naiknya pendapatan atau gaji. “Gaji adalah sumber inspirasi hidupku,” ujar @pembicaraan pandemi.

Akun @eka_hizria_hidayat men­gatakan, kondisi saat ini sudah sangat memprihatinkan. Ditambah dengan pan­demi Covid-19 yang tak kunjung reda.

“Gaji nggak naik. Apa-apa sudah inflasi. Memang, negara jamin kebutuhan rakyat? Sedangkan pajak wajib jalan terus,” katanya.

Baca Juga: Heboh Temuan Tumpukan Sembako, Legislator PKB Desak Jelaskan Secara Gamblang, Jangan Hanya JNE Saja, Tapi Pemerintah Juga!

Akun @saint.christopher mengungkapkan dua hal terberat tahun ini. Pertama, gaji tidak naik. Kedua, harga mie instan naik.

Akun @ika_nurfarida menambah­kan, harga susu formula anak juga naik.

“Semua naik, gaji segitu-gitu aja. Bagaimana mau hemat kalau seperti ini,” ujar @syahrulramadhani_.

Akun @hendrick_stevanus mengungkapkan, ada pegawai tenaga kesehatan atau nakes yang gajinya naik. Namun, gaji tersebut harus dipotong untuk membayar tunjangan dan lainnya.

“Kasus Covid-19 naik, kerjaan nam­bah, apresiasi nol, tunjangan diturunkan. Super,” katanya.

“Gaji oh gaji, kapan naiknya,” harap @ wonarniyuyun. “Gaji naik cuma buat menutup kebutuhan yang pada naik,” sambung @astuti.pujji. “Harga kebutuhan kalau naik cepat banget, giliran naik gaji aja susah,” tambah @oh_my_o.

Menurut @txtdaritadeelama-lama bi­sa banyak orang stres melihat harga kebutuhan pokok terus naik tapi gaji pas-pasan. Dengan gaji pas, susah mengatur ulang keuangan rumah tangga.

“Agak stres kalau nggak diikuti kenai­kan gaji dan teman-temannya,” timpal @ bukanacik.

Baca Juga: Anak Kos Menjerit, Harga Mie Instan Diperkirakan Akan Naik 3X Lipat

Akun @l_a_rosyidin meminta pejabat dan anggota DPR memikirkan kondisi rakyat. Bukan malah sibuk mengurus partai. Para pejabat enak, gaji sama tunjangan gede. “Coba deh, uang 3 juta dicukup-cukupin buat sebulan sekeluarga, stres tuh pejabat,” katanya.

Akun @bby_fey69 menimpali, bagi masyarakat yang punya gaji masih enak. Kata dia, lihat masih banyak masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan yang sudah bekerja tapi dengan gaji di bawah rata-rata. “Bagaimana solusi dari masalah ini,” ujarnya.

Akun @wanskyhigh mengatakan, pengeluaran dengan pendapatan harus seimbang. Tidak masalah kebutuhan hidup naik. Asalkan, gaji dan pendapatan juga ikut naik biar seimbang.

“Kalau cuma kebutuhan yang naik, tapi pendapatannya nggak naik, wajar ngeluh,” katanya.

Akun @who_knows2021 mengung­kapkan, di negara lain kalau kebutuhan naik dibarengi dengan gaji besar. Di sini, gaji saja susah banget naiknya, padahal kebutuhan sehari-hari tidak sedikit. “Apalagi mafia-mafia di berbagai sektor masih banyak,” ungkapnya.

Baca Juga: Sudah Dibantah Kabar Mi Instan Bakal Naik, Menteri dari NasDem Disemprit: Hati-hati Bicara, Ini Makanan..

Sementara, @taufik_ay mendukung naiknya harga berbagai kebutuhan pokok. Harga mie instan naik tidak apa-apa. Bahkan, kalau perlu sekalian naikkan cukai rokok sampai 500 persen. Soalnya, mie instan dan rokok tidak sehat untuk tubuh.

“Jangan suka ngeluh,” saran @sekaramirra. Bismillah, semoga Allah SWT selalu memberikan kita rezeki. Amin” ucap @dy_cipluk. “Gaji naik alhamdulil­lah, kalau belum, ya udah. Kerja aja lagi,” tambah @lifianuryanda.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Penafian: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.


Artikel ini bersumber dari populis.id.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News