Berita Jember

SURYA.co.id | JEMBER – Giliran Bupati Jember Hendy Siswanto yang meminta maaf atas malam final pemilihan Gus dan Ning Jember 2022 yang diwarnai fesyen show busana yang disebut mempertontonkan aurat.

Permintaan maaf ini disampaikan secara terbuka oleh bupati Jember di dalam forum rapat sidang paripurna DPRD Jember, Rabu (20/7/2022).

Seperti diberitakan, pekan ini, pihak eksekutif dan legislatif Pemda Jember mulai membahas Raperda Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan APBD Jember tahun 2021, Rabu (20/7/2022) ini merupakan rapat paripurna ketiga beragendakan jawaban bupati atas pandangan umum fraksi DPRD Jember.

Ada dua fraksi di DPRD Jember melalui pandangan umumnya yang dibacakan, Selasa (19/7/2022) kemarin, menyayangkan perihal fesyen show busana yang mempertontonkan paha di hadapan publik di Alun-Alun Jember.

Kedua fraksi itu adalah Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dan Fraksi Nasional Demokrat.

Bupati Hendy lantas menjawab semua pandangan umum fraksi itu.

Jawaban yang disampaikan bupati tentunya juga ada perihal malam final pemilihan Gus dan Ning Jember 2022 yang jadi perbincangan akibat fesyen show tersebut.

“Menanggapi pandangan Fraksi Partai  Keadilan Sejahtera bahwa terkait dengan suksesnya penyelenggaraan ajang pemilihan Gus dan Ning Jember tahun 2022, kami mengucapkan terima kasih karena telah memberikan apresiasi meskipun masih terdapat kekurangan akibat adanya peserta yang kurang sesuai dengan norma kepantasan kearifan lokal di Jember. Oleh karena itu kami atas nama Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Jember selaku penyelenggara acara Malam Grand Final Pemilihan Gus dan Ning Kabupaten Jember Jember Tahun  2022 menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para kiai, ulama dan seluruh warga Jember dan semua elemen masyarakat karena masih adanya kekurangan dalam penyelenggaraan acara Malam Grand Final pada tanggal 18 Juli 2022. Hal tersebut terjadi semata-mata karena ketidaksempurnaan kami sebagai manusia. Adanya segmen berupa tampilan fashion show yang kurang sesuai saat diperagakan pada acara tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan kepada semua pihak, kami sekali lagi memohon maaf yang sebesar-besarnya atas hal tersebut,” kata Bupati Hendy.

Lebih lanjut, Pemkab Jember yang diwakili Bupati Hendy menegaskan jika Pemkab Jember menjunjung tinggi semangat para generasi bangsa untuk berkreativitas dengan tetap menjunjung tinggi kaidah-kaidah dan norma yang berlaku di masyarakat.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News