customer.co.id – Singapura – Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan saham Jumat, (28/10/2022) seiring investor mencerna keputusan bank sentral Jepang dan perlambatan laba perusahaan di wilayah Asia Pasifik.

Di Australia, indeks ASX 200 melemah 0,84 persen. Indeks Jepang Nikkei tergelincir 0,35 persen, dan indeks Topix menanjak 0,14 persen. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 146.

Bank sentral Jepang tetap pertahankan suku bunga acuan rendah, sesuai dengan poling Reuters. Indeks Korea Selatan Kospi melemah 0,11 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang susut 0,91 persen.

Indeks Hang Seng di Hong Kong terpangkas 1,61 persen, dan indeks Hang Seng teknologi merosot hampir tiga persen. Di bursa saham China, indeks Shanghai merosot 0,9 persen dan indeks Shenzhen turun 2 persen.

Beberapa perusahaan penerbangan China yang tercatat di Hong Kong akan laporan kinerja laba. Demikian juga produsen kendaraan listrik BYD. LG Electronics juga dijadwalkan rilis laporan laba.

Di Amerika Serikat, wall street ditutup beragam. Indeks Dow Jones melonjak 194,17 poin atau 0,6 persen ke posisi 32.033,28. Indeks S&P 500 merosot 0,6 persen ke posisi 3.807,30. Indeks Nasdaq terpangkas 1,6 persen ke posisi 10.792,68.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penutupan Bursa Saham Asia pada 27 Oktober 2022

Sebelumnya, bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Kamis, 27 Oktober 2022 seiring investor mencerna data ekonomi di wilayah tersebut.

Indeks Hang Seng naik 0,71 persen setelah melompat lebih dari tiga persen pada awal sesi perdagangan. Penguatan indeks Hang Seng juga melompat didorong saham teknologi. Indeks Hang Seng teknologi bertambah lebih dari empat persen pada awal sesi perdagangan.

Pada pekan ini, indeks Hang Seng turun 5 persen setelah anjlok pada awal pekan ini. Di Australia, indeks ASX 200 naik 0,5 persen ke posisi 6.845. Indeks Korea Selatan kospi bertambah 1,74 persen ke posisi 2.288,78. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang mendaki 0,94 persen.

Indeks Jepang Nikkei melemah 0,32 persen ke posisi 27.345,24. Indeks Topix melemah 0,66 persen ke posisi 1.905,56. Indeks Shanghai turun 0,55 persen ke posisi 2.982,90. Indeks Shenzhen terpangkas 0,63 persen ke posisi 10.750,14.

Penutupan Wall Street pada 27 Oktober 2022

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan saham Kamis, 27 Oktober 2022. Data ekonomi produk domestik bruto (PDB) kuartal III 2022 yang tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan dan isyaratkan memudarnya inflasi dongkrak indeks Dow Jones. Hal ini seiring investor membeli saham seiring sentimen kesehatan ekonomi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 194,17 poin atau 0,6 persen ke posisi 32.033,28 pada hari kelima mencatatkan kenaikan. Saham Caterpillar, McDonald’s dan Honeywell dongkrak indeks Dow Jones setelah laporkan laba lebih baik dari perkiraan.

Indeks S&P 500 melemah 0,6 persen ke posisi 3.807,30. Indeks Nasdaq anjlok ke posisi 10.792,68. Indeks Nasdaq melemah seiring koreksi saham Meta dan saham teknologi lainnya/

Di sisi lain, ekonomi AS tumbuh 2,6 persen pada periode kuartal III 2022. Pertumbuhan ekonomi itu mengalahkan perkiraan Dow Jones 2,3 persen, berdasarkan laporan Biro Analisis Ekonomi. Indeks harga rantai tertimbang, ukuran biaya hidup yang disesuaikan mencerminkan perubahan perilaku konsumen naik 4,1 persen pada kuartal tersebut jauh di bawah perkiraan 5,3 persen.

Dibayangi Data Inflasi

Inflasi utama naik 4,2 persen, turun tajam dari 7,3 persen, berdasarkan ukuran yang digunakan Federal Reserve.

Chief Investment Officer Cornerstone Wealth, Cliff Hodge menuturkan, hal itu menawarkan harapan bagi pengamat pasar yang mencari data yang mengindikasikan inflasi turun yang dapat menyebabkan the Federal Reserve mengurangi kenaikan suku bunga setelah pertemuan November 2022.

“Rilis PDB ini angka emas untuk aset berisiko. Ini adalah tanda lain yang menunjukkan kemungkinan inflasi terburuk yang mungkin ada di belakang kita,” kata dia.

Di sisi lain, sektor teknologi melanjutkan tekanan baru-baru ini sehingga menahan pasar saham lebih luas. Saham Meta anjlok 24,6 persen seiring perkiraan kuartal IV 2022 yang lemah dan pendapatan kuartal III 2022 yang mengecewakan. Perseroan juga akan kehilangan lebih banyak dana tahun depan untuk memangun metaverse. Laporan tersebut menyebabkan beberapa analis menurunkan peringkat saham.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News