Jakarta, IDN Times – Sulitnya mengumpulkan modal mungkin menjadi salah satu alasan kamu mengurungkan niat menggeluti bisnis sampingan. Apalagi jika merasa penghasilan bulanan pas-pasan.

Meskipun membuka usaha membutuhkan modal uang, kamu juga perlu modal niat dan tekad yang bulat. Jadi, kamu bisa mendobrak keterbatasan yang kamu punya sehingga dapat mewujudkan keinginan membuka bisnis sampingan.

Ada banyak cara mengumpulkan modal untuk memulai bisnis sampingan, seperti yang IDN Times rangkuman dari Jenius. Yuk, simak!

Baca Juga: 5 Jenis Laporan Keuangan untuk Kembangkan Bisnis, Pelajari ya!

1. Putuskan dan tentukan tujuan Anda

Ilustrasi menabung (IDN Times/Arief Rahmat)

Banyak orang mengaku gak bisa menabung karena pengeluaran bulanan cukup besar sehingga merasa gak sanggup lagi menyisihkan uang untuk ditabung. Oleh karenanya, sangat penting bagi seseorang untuk membulatkan tekad dan menentukan tujuan keuangan yang ingin dicapai dengan tabungan tersebut.

Ketika tekad kamu untuk meningkatkan penghasilan sudah bulat, kamu akan fokus dengan tujuan tersebut dan rela mengesampingkan kebutuhan lainnya yang mungkin sebenarnya gak mendesak.

Baca Juga: 21 Ide Bisnis Antimainstream dengan Peluang Menjanjikan, yuk Dicoba!

2. Buat pemetaan rencana, lengkap dengan detail waktu dan perhitungan uang yang dibutuhkan

Gaji Pas-pasan Bisa Ngumpulin Modal Bisnis lho, Gak Percaya?(IDN Times/Arief Rahmat)

Lanjutkan membaca artikel di bawah

pilihan Editor

Sebaiknya kamu membuat pemetaan rencana sebelum memulai usaha apa pun. Tuliskan ide dan harapan yang ada di kepalamu agar dapat kamu runutkan dan atur semua dalam pemetaan yang lebih rapi. Dengan catatan itu, kamu seharusnya sudah bisa menentukan berapa modal yang kamu butuhkan dan kapan bisnismu bisa mulai dijalankan.

Kamu dapat menggunakan cara perhitungan sederhana untuk mengetahui kebutuhan modal. Misalnya saja kamu berencana menjual kopi susu produksi rumahan. Jika dalam sehari kamu bisa memproduksi 100 botol kopi, kamu dapat mengalikan kebutuhan modal bahan baku minimal untuk 14 hari produksi. Dengan begitu, kamu bisa membeli semua bahan dan peralatan, termasuk botol produk, di awal ketika usaha dimulai.

Setelah mendapatkan angka modal minimum, langkah selanjutnya adalah menentukan kapan bisnismu akan dimulai. Setelah itu, kamu dapat membagi jumlah modal usaha dengan waktu yang masih ada untuk mengumpulkan modal.

Baca Juga: 5 Motivasi untuk Meningkatkan Semangat dalam Meraih Kesuksesan Bisnis

3. Disiplin mencicil lebih penting daripada mencicil dengan jumlah besar

Gaji Pas-pasan Bisa Ngumpulin Modal Bisnis lho, Gak Percaya?ilustrasi menabung (IDN Times/Mardya Shakti)

Menabung tidak harus menyisihkan uang dengan jumlah besar sejak awal memulainya. Jadi, daripada kamu memaksakan diri untuk menabung jutaan rupiah per bulannya, dengan niat menghapuskan sama sekali suatu pengeluaran, kamu bisa mengganti strategi dengan mencicil uang tersebut dengan nominal yang lebih kecil setiap periodenya.

Jika memang target waktu kamu memulai bisnis terlalu sempit sehingga uang yang harus ditabung setiap bulan terasa sangat besar, lebih baik kamu tunda sedikit waktunya. Jadi, ada waktu tambahan untukmu mengumpulkan modal.

4. Simpan uang cicilan segera setelah kamu menerima gaji atau penghasilan bulanan

Gaji Pas-pasan Bisa Ngumpulin Modal Bisnis lho, Gak Percaya?(IDN Times/Aditya Pratama)

Metode paling baik untuk menabung ketika penghasilan kamu masih pas-pasan adalah dengan menyimpan uang cicilan tabungan modal usaha segera setelah kamu menerima gaji bulanan. Dengan begitu, kamu akan dipaksa keadaan untuk menjadi lebih kreatif agar bisa hidup dengan uang sisa.

Agar modal usahamu dapat terkumpul tepat waktu, kamu dapat menggunakan fitur Dream Saver yang tersedia dalam aplikasi Jenius dari Bank BTPN. Dengan Dream Saver, kamu gak perlu takut lupa menyisihkan uang untuk ditabung. Karena pada tanggal yang sudah kamu tentukan sendiri, Dream Saver akan melakukan autodebit dari Saldo Aktif kamu.


Artikel ini bersumber dari www.idntimes.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News