loading…

Upaya kolektif harus melibatkan negara-negara yang tidak memihak dalam perang Rusia Ukraina, namun turut berupaya menghadirkan gencatan senjata untuk menghindari resesi global. Foto/Dok

JAKARTA – Upaya individual diterangkan tidak akan bisa mewujudkan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina. Pakar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana menyatakan, upaya yang dilakukan untuk menghentikan perang Rusia Ukraina , harus kolektif dan sinergis.

“Harus dilakukan upaya kolektif dan sinergis untuk mewujudkan gencatan senjata, baik antara negara-negara yang terlibat perang secara langsung, maupun negara-negara yang mendukung salah satu pihak,” kata Hikmahanto dalam Webinar Moya Institute bertajuk “Prospek Penyelesaian Perang Rusia-Ukraina: Upaya Kolektif atau Individual?”, di Jakarta.

Baca Juga: Moskow Konfirmasi Partisipasi Putin dalam KTT G20 di Indonesia

Hikmahanto melanjutkan, upaya kolektif ini juga harus melibatkan negara-negara yang tidak memihak kepada pihak manapun dalam perang, namun turut berupaya menghadirkan gencatan senjata untuk menghindari krisis yang dihadapi dunia.

Selain itu, Hikmahanto juga mengingatkan bahwa kontak-kontak informal perlu dilakukan diantara para pemimpin negara-negara di dunia. Dia melihat, Presiden Jokowi sudah melakukan cara ini, dengan para pemimpin G-7, Rusia dan Ukraina.

“Dan kedepannya, diharapkan Presiden juga akan melakukan langkah serupa dengan pemimpin negara-negara Asia seperti China dan Jepang. Hal ini sangat bagus sekali, dan Presiden juga bisa menyampaikan proposal Indonesia di Forum G-20, dalam kontak-kontak informal itu agar perekonomian dunia bisa kembali maju lagi,” tambahnya.

Sebisa mungkin, sambung Hikmahanto, gencatan senjata sebaiknya terwujud sebelum pelaksanaan KTT G-20. Namun, apabila hal itu tak berhasil, skenario buruknya adalah pada saat KTT G-20 bisa disepakati adanya gencatan senjata tersebut.

“Karena negara-negara yang terlibat atau terkait perang Rusia-Ukraina semua hadir di forum itu. Maka, Indonesia bisa memanfaatkan momentum itu untuk mengupayakan gencatan senjata,” ujarnya.

Sementara itu pemerhati politik internasional dan isu-isu strategis Prof. Imron Cotan juga berharap forum KTT G-20 menjadi momentum menuju terwujudnya gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina.

Gencatan senjata, menurut Imron, punya beberapa arti penting. Yang pertama, gencatan senjata bisa membuka peluang lebih besar bagi terwujudnya perdamaian, karena sudah ada “good will” dari kedua belah pihak yang bertikai.

Artikel ini bersumber dari ekbis.sindonews.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News