Jakarta: Bahasa gaul kekinian kerap digunakan dalam percakapan sehari-hari. Hal ini membuat
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa kerap memasukkan bahasa gaul dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
 
Baru-baru ini, sejumlah kosakata baru dari kata gaul dimasukan dalam KBBI. Mengutip akun Instagram @gnfi, berikut beberapa kata gaul kekinian yang sudah masuk dalam KBBI:

  1. Ambyar: Bercerai-berai; berpisah-pisah; tidak terkonsentrasi lagi
  2. Baper: (ter)bawa perasaan; berlebihan atau terlalu sensitif dalam menanggapi suatu hal
  3. Pansos: Panjat sosial; usaha Jsyang dilakukan untuk mencitrakan diri sebagai orang yang mempunyai status sosial tinggi, dilakukan dengan cara mengunggah foto, tulisan, dan sebagainya di media sosial
  4. Cie: Kata seru yang digunakan untuk memuji atau menggoda seseorang agar tersipu
  5. Julid: Iri dan dengki dengan keberhasilan orang lain, biasanya dilakukan dengan menulis komentar, status, atau pendapat di media sosial yang menyudutkan orang tertentu
  6. Boba: Bola tapioka berstruktur kenyal, terdapat dalam makanan atau minuman, seperti teh susu, jus, kopi, kue dan sebagainya; Minuman yang terbuat dari teh atau susu dengan perisa atau pemanis tertentu yang dilengkapi dengan boba
  7. Oalah: Kata seru untuk menyatakan rasa terkejut
  8. Jastip: Jasa titip ; jasa pembelian suatu barang yang diberikan kepada orang yang tidak dapat membeli langsung sebuah barang baik di toko fisik atau daring dengan penarikan sejumlah biaya

Selain kata-kata gaul kekinian di atas, ada juga kosakata serapan bahasa Korea Selatan yang masuk di KBBI. Berikut kata-kata serapan tersebut:

  1. Oppa: Panggilan dari perempuan kepada laki-laki lebih tua, biasanya yang memiliki hubungan dekat atau sudah saling mengenal cukup lama (seperti kakak kandung, teman, atau kekasih)
  2. Mokbang: Siaran langsung atau video yang mempertontonkan orang memakan banyak makanan untuk hiburan, biasanya disiarkan secara daring
  3. Kimci: Makanan khas Korea berupa acar pedas yang dibuat dari sayuran seperti kubis dan lobak yang digarami, dibumbui (dengan bawang putih, cabai merah, jahe, pasta ikan teri, dan sebagainya), kemudian difermentasikan.

Selain kosakata di atas, KBBI rutin melakukan pembaruan kata baru dua kali setahun, yakni pada April dan Oktober. Selain menambahkan kosakata, KBBI juga kerap kali mengganti makna kepada kosakata lama. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
 





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

(REN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News