customer.co.id PIKIRAN RAKYAT – Bank Mandiri secara konsisten terus mendukung perkembangan dan peningkatan kualitas produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Konsistensi ini diwujudkan perseroan dengan menggaungkan Gerakan Mandiri Bangga Buatan Indonesia.

Komitmen ini ditandai dengan peluncuran Gerakan Mandiri Bangga Buatan Indonesia yang dihadiri oleh Direktur Utama Bank Mandiri bersama Jajaran Direksi Bank Mandiri dan disaksikan oleh Susyanto Sekretaris Kementerian BUMN beserta Wakil Ketua I Tim Pokja Pemantauan P3DN Nasional Arif Satria, yang juga dihadiri oleh segenap perwakilan pegawai Bank Mandiri dari seluruh Indonesia secara hybrid di Meseum Mandiri, Selasa (25/10) lalu.

Melalui gerakan ini, Bank Mandiri sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berharap dapat turut berkontribusi peningkatan penggunaan produksi produk dalam negeri. Sekaligus, meningkatkan kesempatan kerja serta mendorong produk Indonesia untuk mampu bersaing di pasar dunia.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, kegiatan ini menjadi wujud nyata partisipasi Bank Mandiri dalam mendukung program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Melalui Gerakan Mandiri Bangga Buatan Indonesia, kami seluruh Mandirian mengajak masyarakat untuk mendukung Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK),” ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Jumat (28/10).

Dia menambahkan, Bank Mandiri juga telah membentuk Tim P3DN dan UMKK yang terdiri dari Direksi sebagai Tim Pengarah, Senior Mangement sebagai Tim Pelaksana Inti dan Tim Pendukung yaitu disebut sebagai Patriot Buyer. Patriot Buyer merupakan seluruh pegawai Bank Mandiri yang ditugaskan pada tiap unit kerja di seluruh Indonesia sebagai agen perubahan pada unit kerjanya untuk mendukung P3DN dan UMKK pada setiap lini aktivitas unit kerjanya.

“Bank Mandiri juga dalam setiap proses pengadaannya telah melakukan perhitungan TKDN Pengadaan secara self assessment sebagai salah satu tahap wajib dalam proses pengadaan dan sampai posisi September 2022 dari proses pengadaan yang dilakukan oleh Bank Mandiri telah mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 70.21%,” imbuhnya.

Lebih lanjut Darmawan menambahkan, sejalan dengan Tema HUT ke-24 Bank Mandiri yakni ‘Digital dan Kekinian’, Bank Mandiri yang didukung oleh peran teknologi didepan juga memiliki program-program pengembangan kawasan UMKM seperti Livin Pasar, Livin Warung, dan Livin Kampoeng Usaha yang bertujuan untuk mengembangkan ekosistem digital kepada pelaku UMKM pada kawasan terkait dengan memberikan kemudahan finansial melalui channel digital Bank Mandiri.

Dari sisi pembiayaan, Bank Mandiri turut aktif mendorong penyaluran kredit UMKM. Hasilnya, sampai dengan September 2022 total kredit UMKM Bank Mandiri telah mencapai Rp 114 triliun, tumbuh 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (YoY).

Sementara itu, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri menambahkan, implementasi ini juga diwujudkan perseroan dengan menitikberatkan penggunaan anggaran belanja ke produk lokal. Ke depan, Bank Mandiri akan terus meningkatkan hal tersebut melalui optimalisasi penggunaan produk dan jasa dari dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan operasional.

“Untuk mendukung Gernas BBI, Bank Mandiri juga telah menetapkan Patriot Buyer yang tersebar di seluruh unit kerja kantor pusat dan regional sejumlah lebih dari 2.500 orang yang berperan untuk mengawal program penggunaan produk dalam negeri,” jelas Panji.***

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News