Jakarta: Sebagian ibu menyusui, terhambat melepaskan Air Susu Ibu (ASI). Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan Pijat Oksitosin.

Melansir Alodokter, hormon oksitosin sangat penting bagi wanita. Hormon yang diproduksi di bagian dalam otak bernama hipotalamus ini berperan besar dalam beberapa proses penting di dalam kehidupan ibu, di antaranya proses orgasme, persalinan, dan menyusui.

 

Cara kerja oksitosin dalam proses menyusui

Dalam proses menyusui, bayi akan menyentuh puting payudara ibu. Kemudian, sel saraf di payudara akan mengirimkan sinyal ke otak untuk melepaskan oksitosin. Ketika jumlahnya meningkat, hormon ini menyebabkan kelenjar di payudara dan saluran ASI berkontraksi, dan menyalurkan ASI melalui puting payudara.

Kamu harus ingat bahwa oksitosin hanya membantu melepaskan ASI dari dalam tubuh. Hormon ini tidak bisa memengaruhi jumlah ASI yang diproduksi di dalam tubuh. Sebab, produksi ASI di dalam tubuh dipengaruhi oleh hormon prolaktin.

 

Manfaat Pijat untuk Meningkatkan Oksitosin

Pijat pascapersalinan diketahui memiliki sejumlah manfaat, termasuk membuat tubuh menjadi relaks, menghilangkan stres, mengurangi rasa sakit, membuat tidur menjadi lebih berkualitas, membantu proses menyusui, serta memulihkan keseimbangan hormon pasca persalinan.

Pijat oksitosin merupakan salah satu teknik pijat yang banyak dilakukan pascapersalinan. Teknik pijat ini dapat memberi stimulasi pada puting dan diyakini mampu meningkatkan produksi ASI. Hal ini menjadi salah satu alasan kenapa pijat oksitosin dipercaya bisa membantu dalam proses menyusui.

Terdapat sebuah penelitian untuk mengukur efek pijat terhadap tingkat oksitosin, serta hormon dan senyawa lain dalam tubuh. Dalam penelitian tersebut, dilakukan pengambilan darah pada sekitar 100 partisipan sebanyak dua kali, yaitu sebelum dan sesudah dilakukan pijat dengan tekanan sedang di punggung. Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar oksitosin dalam tubuh partisipan yang dipijat.

 

Memperhatikan Sisi Keamanan

Praktik pijat dianggap relatif aman. Meski demikian ada beberapa kondisi yang sebaiknya menghindari pijat, antara lain seseorang yang memiliki luka terbuka, memiliki kelainan darah, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Penting pula memerhatikan seberapa besar tekanan yang diberikan saat pemijatan. Jika pijatan terlalu kuat sehingga menimbulkan rasa nyeri, segera hentikan. Jangan sampai pijatan justru membuat tubuhmu menjadi sakit atau bahkan memar.

Jika merasa perlu melakukan pijat oksitosin untuk mendukung proses menyusui, sebaiknya kamu berkonsultasi pada layanan konsultasi laktasi atau dokter kandungan terlebih dulu, agar mendapatkan saran terbaik untuk kelancaran proses menyusui.

 

Cara melakukan pijat oksitosin

Melansir Hello Sehat, kamu bisa melakukan pijat oksitosin di rumah, tak perlu harus meminta bantuan dari konselor laktasi, bidan, atau dokter. Paling tidak, konselor laktasi hanya memberikan panduan dan contoh cara pijat oksitosin kepada suamimu atau keluarga.

Perawatan ini dilakukan dengan memijat punggung ibu sepanjang tulang belakang untuk mengeluarkan hormon oksitosin dan prolaktin. Berikut langkah-langkah pijat oksitosin yang bisa ibu lakukan di rumah bersama pasangan atau keluarga.

– Posisikan tubuh bersandar ke depan sambil memeluk bantal agar lebih nyaman.

– Minta suami atau keluarga untuk memijat kedua sisi tulang belakang memakai kepalan tangan dengan ibu jari berada di depan.

– Cari bagian tulang belakang leher yang menonjol.

– Dari titik tersebut, turun 1-2 jari, geser ke kanan dan kiri dengan jarak 1-2 jari.

– Mulai memijat ke bawah sampai batas tali bra atau bisa sampai pinggang.

– Beri sedikit tekanan dengan membentuk lingkaran pakai dua ibu jari.

– Pijat sisi tulang belakang dari leher ke arah bawah sampai tulang belikat.

– Lakukan selama 2-3 menit.
(FIR)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News