loading…

Menteri Ekonomi Argentina, Martin Guzman tiba-tiba mengundurkan diri ketika krisis ekonomi negara di negara itu terus meningkat yang menimbulkan tanda tanya besar. Foto/Dok Reuters

BUENOS AIRESMenteri Ekonomi Argentina , Martin Guzman tiba-tiba mengundurkan diri ketika krisis ekonomi negara di negara itu terus meningkat. Guzman telah menjabat sejak akhir 2019 dan memimpin negosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai restrukturisasi utang Argentina .

Dikutip dari BBC, Guzman menerangkan, “kesepakatan politik dalam koalisi pemerintahan” untuk memilih penggantinya. Argentina sendiri sedang berjuang dengan inflasi 60% dan mata uang yang lemah, serta kenaikan harga pangan dan energi global. Guzman mengundurkan diri setelah seminggu gejolak ekonomi, saat peso Argentina tergelincir terhadap dolar.

Baca Juga: Negaranya Bangkrut, Ribuan Warga Tinggalkan Sri Lanka

Kepergiannya meninggalkan tanda tanya besar atas kebijakan ekonomi Argentina di masa depan. Dalam sebuah surat kepada Presiden Alberto Fernandez, Guzmán mengisyaratkan adanya perpecahan internal dalam pemerintahan.

Tetapi bukan rahasia lagi bahwa Presiden Fernandez berselisih dengan wakilnya, Cristina Fernández de Kirchner, tentang bagaimana mengatasi masalah ekonomi negara itu.

Faktanya, Guzman mengumumkan pengunduran dirinya sementara Fernández yang terbaru dalam serangkaian pidatonya justru mengecam kebijakan ekonomi pemerintahnya sendiri. Fernandez kritis terhadap apa yang dia lihat sebagai kegagalan pemerintah untuk meringankan beban keuangan pada warga Argentina.

Baca Juga: Gegara Kebijakan Senangkan Rakyat, Sri Lanka Tuai Malapetaka

Dia dan para pendukungnya melihat Guzmán berlebihan dalam upayanya untuk mengurangi defisit anggaran dan memperketat kebijakan moneter. Menteri keuangan berikutnya akan jadi perhatian bagaimana soal kebijakan fiskal dan meningkatkan tingkat intervensi negara dalam perekonomian.

Tapi itu mungkin menjadi pil pahit bagi IMF, dengan beberapa analis keuangan sudah mengkritik IMF dalam kesepakatan utang terbarunya senilai USD44 miliar dengan Argentina.

(akr)

Artikel ini bersumber dari ekbis.sindonews.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News