loading…

Investor milenial semakin berminat investasi di pasar modal. FOTO/SINDOnews

JAKARTA – Tren investasi dalam 2 tahun terakhir mengalami peningkatan, terutama investor milenial yang semakin berminat berinvestasi di pasar modal . Tercatat, kurang lebih 60 persen investor milenial ikut meramaikan pasar modal.

“Kondisi ini merupakan tren yang menarik karena milenial semakin melihat pasar modal sebagai tempat belajar lebih banyak tentang investasi,” ujar Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani, dikutip Jumat (8/7/2022).

Baca Juga: Gandeng Ditjen Pajak, Bank BRI Implementasikan Aplikasi PSIAP

Berdasarkan laporan dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), hingga April 2022 terdapat sekitar 8,62 juta investor pasar modal di Indonesia. Jumlah itu naik lebih dari 15 persen dibandingkan dengan yang tercatat hingga akhir Desember 2021.

Dari 8,62 juta investor, sebanyak 1,5 juta diantaranya berinvestasi di saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp100 triliun atau sering disebut saham blue chip. Adapun dari 1,5 juta investor tersebut, yang terbanyak ada di BBRI, yakni mencapai 347.000 investor. Handayani berharap investasi tak sekadar tren. Namun, masyarakat harus memiliki literasi yang cukup, terutama terkait instrumen-instrumen pasar modal.

Hal utama adalah memahami tujuan finansial dari investasi yang dilakukan, termasuk bagaimana memilih produk yang tepat, kebutuhan dasar cash flow, dana darurat, pengelolaan risiko, maupun tujuan keuangan jangka panjang seperti rencana pensiun hingga estate planning.

“Pada saat berinvestasi, kita harus tahu kondisi keuangan kita melalui financial check up, kemudian juga memiliki dana darurat, serta mengecek profil risikonya,” kata dia.

Setelah mengetahui semua informasi itu, investor dapat memilih produk-produk di pasar modal yang sesuai dengan profil risiko tersebut. Tak kalah penting, investor juga harus melakukan diversifikasi.

Baca Juga: Penyaluran KUR BRI Diestimasi Serap 32,1 Juta Lapangan Kerja

Pertumbuhan investor pasar modal yang didominasi oleh generasi milenial tak terlepas dari kemudahan informasi seputar investasi, terutama di pasar modal. Handayani mencatat kemudahan ini didukung teknologi dan digitalisasi yang semakin berkembang.

Dengan semakin berkembangnya investasi, hal ini sekaligus dapat memacu lapangan pekerjaan dan turut meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Adanya penanaman modal akan membantu memperlancar dan mempermudah pembangunan, serta pemerataan ekonomi.

Sementara bagi masyarakat sendiri, investasi yang dilengkapi dengan pengetahuan, informasi, dan, teknologi merupakan wadah dapat menggerakan kewirausahaan atau pengusaha-pengusaha muda untuk masuk dan meningkatkan kinerja perusahaannya.

(nng)

Artikel ini bersumber dari ekbis.sindonews.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News