loading…

Sri Lanka menjadi negara teranyar yang menyatakan kebangkrutan akibat krisis yang dialaminya. Foto/Ilustrasi/Reuters

JAKARTA – Kebangkrutan sebuah negara berarti pemerintah negara tersebut gagal melakukan pembayaran utang luar negeri serta bunganya pada saat jatuh tempo. Sri Lanka menjadi contoh terbaru dari kebangkrutan sebuah negara karena gagal mengembalikan utang luar negerinya.

Tidak mampu membayar kembali utang luar negerinya sebesar USD51 miliar, pemerintah Sri Lanka April lalu menyatakan gagal bayar dan kini tengah bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk kemungkinan bailout.

Kasus bangkrutnya sebuah negara sebetulnya bukan hal yang baru. Mengutip tbsnews.net, hampir setengah dari negara-negara di benua Eropa, 40% dari negara-negara Afrika, dan 30% negara-negara Asia pernah menyatakan kebangkrutan selama dua abad terakhir.

Baca Juga: Negaranya Bangkrut, Ribuan Warga Tinggalkan Sri Lanka

Ekuador bahkan tercatat sebagai negara yang paling sering menyatakan kebangkrutan di antara negara-negara berdaulat lainnya. Tercatat, negara ini telah menyatakan kebangkrutan sebanyak 10 kali.

Di era modern, selain Sri Lanka dan Ekuador, tercatat beberapa negara besar juga pernah menyatakan kebangkrutan. Berikut 5 negara yang menyatakan kebangkrutan di era modern:

1. Islandia
Islandia bangkrut pada tahun 2008 dengan utang sebesar USD85 miliar ketika pasar kredit global mengering setelah jatuhnya sektor keuangan AS. Gelembung perbankan telah tumbuh begitu besar sehingga pada tahun 2008, sistem perbankan memiliki utang yang setara dengan 10 kali PDB negara itu.

Ketika tiga bank terbesar di negara itu runtuh, Islandia jatuh ke dalam depresi, dan ekonominya berkontraksi 10% selama dua tahun ke depannya. Namun, Islandia sukses membuat pemulihan yang solid sejak krisis dan pada 2014 ekonominya 1% lebih besar daripada sebelum 2008.

2. Argentina
Argentina menyatakan kebangkrutan pada tahun 2001 dengan utang sebesar USD145 miliar. Kebijakan negara itu yang mematok peso ke dolar AS, utang publik yang tidak terkendali, dan korupsi yang merajalela membuat negara itu tidak mampu menghadapi sejumlah guncangan ekonomi. Pada tahun 2001, dengan pengangguran lebih dari 20%, Argentina menyatakan default utang terbesar dalam sejarah.

3. Rusia
Sepanjang sejarah, Rusia telah menyatakan dirinya bangkrut sebanyak 9 kali. Terakhir pada tahun 1998 dengan utang sebesar USD17 miliar. Efek dari krisis keuangan Asia dan penurunan permintaan minyak memberikan tekanan pada ekonomi Rusia yang telah menanggung utang internasional yang luar biasa dan menderita penurunan produktivitas nasional.

Artikel ini bersumber dari ekbis.sindonews.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News