loading…

Berikut profil perusahaan raksasa energi asal Italia, Eni SpA (Eni) yang menjadi salah satu importir terbesar gas Rusia, yang belakangan mulai seret pasokannya. Foto/Dok Reuters

ROMAItalia menjadi negara kedua di Eropa yang memiliki ketergantungan paling besar terhadap pasokan gas Rusia . Namun Italia masuk dalam daftar dari sejumlah negara Eropa yang melaporkan pasokan gas dari Rusia mulai berkurang seperti yang disampaikan olehperusahaan raksasa Eni SpA (Eni).

Pada tahun 2020, Italia tercatat menikmati pasokan gas Rusia mencapai 29,2 miliar meter kubik untuk menjadikannya sebagai negara kedua dengan ketergantungan besar terhadap gas Rusia. Namun pada akhir Juni lalu, perusahaan raksasa energi Italia, Eni mengatakan, hanya menerima setengah dari 63 juta meter kubik per hari yang dimintanya dari Gazprom setelah mengalami pengurangan selama dua hari.

Baca Juga: Mengungkap Fakta-fakta Perusahaan Barat di Lingkaran Sektor Migas Rusia

Menanggapi hal itu, Italia menyatakan “keadaan siaga” bisa saja diterapkan jika Rusia terus mengekang pasokannya gasnya, berdasarkan dua sumber pemerintah yang mengatakan kepada Reuters. Langkah semacam itu akan memicu serangkaian seruan penghematan serta pengetatan konsumsi.

Termasuk penjatahan gas kepada para pelaku industri tertentu berdasarkan kontrak yang ada, meningkatkan produksi di pembangkit listrik tenaga batu bara dan meminta impor gas dari pemasok lain. Seretnya pasokan gas Rusia diklaim oleh Moskow karena adanya kendala dalam perbaikan pipa gas Nord Stream 1 akibat sanksi Barat.

Eni SpA (Eni) adalah perusahaan raksasa energi yang berbasis di Italia dan bergerak dalam eksplorasi, pengembangan dan produksi hidrokarbon, penyediaan dan pemasaran gas, gas alam cair (LNG), pemurnian dan pemasaran produk minyak bumi, lalu produksi dan pemasaran petrokimia dasar, plastik dan elastomer hingga perdagangan komoditas.

Segmen perseroan meliputi Exploration & Production, Gas & Power, Refining & Marketing. Segmen Eksplorasi & Produksinya terlibat dalam eksplorasi minyak dan gas alam serta pengembangan dan produksi lapangan, serta operasi LNG di lebih dari 40 negara, termasuk Italia, Libya, Mesir, Norwegia, Inggris, Angola, Kongo, Nigeria, Amerika Serikat, Kazakhstan, Aljazair, Australia, Venezuela, Irak, Ghana, dan Mozambik.

Segmen Gas & Power-nya terlibat dalam pasokan, perdagangan dan pemasaran gas, LNG dan listrik, kegiatan transportasi gas internasional dan perdagangan komoditas dan derivatif.

Eni dianggap sebagai salah satu dari 7 perusahaan minyak ‘superbesar’ di dunia dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar USD36,08 miliar hingga tanggal 31 Desember 2020. Saat ini, Eni dikuasai pemerintah Italia yang memegang 30,33% saham dan 4,37% dipegang melalui Kementerian Keuangan.

Nama “ENI” awalnya merupakan akronim dari Ente Nazionale Idrocarburi (Dewan Hidrokarbon Nasional). Namun, beberapa tahun setelah didirikan, dewan tersebut telah beroperasi di sejumlah bidang, seperti kontraktor, tenaga nuklir, energi, pertambangan, bahan kimia dan plastik, permesinan distribusi dan pemurnian/ekstraksi, industri penyantunan, serta bahkan industri tekstil dan berita.

Artikel ini bersumber dari ekbis.sindonews.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News