loading…

Ukraina membutuhkan dana sebesar USD750 miliar atau setara Rp11.195 triliun (Kurs Rp14.927 per USD) dalam rencana pemulihan 3 tahap saat invasi Rusia berakhir. Foto/Dok

KIEVUkraina membutuhkan dana sebesar USD750 miliar atau setara Rp11.195 triliun (Kurs Rp14.927 per USD) dalam rencana pemulihan 3 tahap saat invasi Rusia berakhir. Hal ini disampaikan oleh Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmygal beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Gubernur Bank Sentral: Pakai Uang Rusia untuk Membangun Kembali Ukraina

Denys Shmygal saat Konferensi Pemulihan Ukraina yang diselenggarakan oleh Swiss juga mengatakan, bahwa nilai kerugian akibat rusaknya infrastruktur usai dibombardir Rusia diperkirakan mencapai lebih dari USD100 miliar yang jika dirupiahkan mencapai Rp1.492 triliun.

“Hari ini, kerugian infrastruktur langsung Ukraina mencapai lebih dari USD100 miliar. Siapa yang akan membayar untuk rencana pembaruan, yang bernilai USD750 miliar?,” katanya dikutip dari Reuters.

Shmygal menambahkan, bahwa pemerintah Ukraina percaya bahwa sumber pendanaan utama untuk rencana pemulihan bakal berasal dari aset oligarki Rusia yang disita. Seperti diketahui negara-negara Barat dan sekutunya gencar mengejar aset miliarder Rusia hingga lingkaran kekuasaan Vladimir Putin dengan harapan dapat menekan mesin uang yang membiayai invasi di Ukraina .

Baca Juga: Miliarder AS, Larry Fink Sebut Perang Rusia-Ukraina Mengakhiri Era Globalisasi

Dia mengatakan, rencana pemulihan Ukraina memiliki tiga fase: Yang pertama fokus pada perbaikan hal-hal yang penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat seperti pasokan air yang sedang berlangsung, “pemulihan cepat” yang akan diluncurkan segera setelah pertempuran berakhir termasuk perumahan sementara, rumah sakit dan proyek sekolah, dan yang bertujuan untuk mengubah negara itu dalam jangka panjang.

(akr)

Artikel ini bersumber dari ekbis.sindonews.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News