customer.co.id – Jakarta – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akan membagikan dividen interim 2022 sebesar Rp 405 miliar. Pembagian dividen interim 2022 itu sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 27 Oktober 2022.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk akan membagikan dividen interim 2022 Rp 13,5 per saham. Pembagian dividen interim 2022 itu mempertimbangkan pembagian dividen interim 2022 berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2022 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 445,59 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 765,86 miliar, dan total ekuitas Rp 3,24 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen interim 2022:

-Tanggal cum dividen di pasar regular dan negosiasi pada 7 November 2022

-Tanggal ex dividen di pasar regular dan negosiasi pada 8 November 2022

-Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 9 November 2022

-Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 10 November 2022

-Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 9 November 2022 waktu 16.00

-Tanggal pembayaran dividen pada 15 November 2022

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat, 28 Oktober 2022, saham SIDO stagnan di posisi Rp 740 per saham. Saham SIDO dibuka stagnan Rp 740 per saham. Saham SIDO berada di level tertinggi Rp 750 dan terendah Rp 735 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.563 kali dengan volume perdagangan 304.180 saham. Nilai transaksi Rp 22,5 miliar.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kinerja Perseroan

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mengumumkan kinerja perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2022. Pada periode tersebut, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp 2,61 triliun, turun 5,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,78 triliun.

Sementara beban pokok penjualan naik menjadi Rp 1,22 triliun dari Rp 1.21 triliun per September 2022. Alhasil, laba bruto perseroan turun menjadi Rp 1,39 triliun pada September 2022 dari Rp 1,56 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mengumumkan kinerja perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2022. Pada periode tersebut, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp 2,61 triliun, turun 5,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,78 triliun.

Sementara beban pokok penjualan naik menjadi Rp 1,22 triliun dari Rp 1.21 triliun per September 2022. Alhasil, laba bruto perseroan turun menjadi Rp 1,39 triliun pada September 2022 dari Rp 1,56 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Aset Perseroan

Memang, kinerja perseroan mengalami perbaikan jika dibandingkan secara kuartalan. Penjualan naik 37 persen dan laba bersih 83 persen dibandingkan kuartal II 2022. Dalam perspektif jangka panjang, Leonardo menguraikan kinerja perseroan masih mencerminkan perusahaan yang solid dengan CAGR (2019–2021) tercatat dua digit, yaitu 14 persen pada penjualan dan 25 persen pada laba bersih.

Dari sisi aset perseroan sampai dengan September 2022 tercatat sebesar Rp 3,87 triliun, turun dibandingkan posisi akhir Desember 2021 sebesar Rp 4,07 triliun. Terdiri dari aset lancar senilai Rp 2,05 triliun dan aset tidak lancar Rp 1,82 triliun.

Liabilitas perseroan sampai dengan September 2022 tercatat sebesar Rp 340,19 miliar, turun dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar Rp 597,79 miliar. Terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 298,07 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp 42,13 miliar. Sementara ekuitas hingga September 2022 naik menjadi Rp 3,52 triliun dari Rp 3,47 triliun pada akhir tahun lalu.

Perluas Pasar Ekspor

Sebelumnya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) melakukan inisiatif bisnis internasional dengan memperluas jaringan pasar ekspor ke sejumlah negara. Hal tersebut dilakukan SIDO dalam rangka meningkatkan kinerja Perseroan.

Direktur Keuangan Industri Jamu dan Farmasi Sido MunculLeonard menuturkan, salah satu strategi utama perseroan dalam meningkatkan laba yakni dengan ekspor ke pasar global antara lain Ghana, China, dan Kenya.

“Kami sedang progres memasuki tujuan ekspor baru Ghana, Cameroon,China, Kenya, Vietnam,” kata Leonard dalam Public Expose Live secara virtual, Jumat (16/9/2022).

Di sisi lain, Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul juga ingin menggaet generasi muda sebagai fokus target utama. Upaya SIDO dalam mencapai hal tersebut, dilakukan melalui sejumlah platform digital dengan memberikan edukasi produk Sidomuncul, salah satunya berkolaborasi dengan para influencer.

Sementara itu, Leonard juga menjelaskan terkait strategi utama yang dilakukan SIDO dalam meningkatkan kinerja Perseroan.

“Mendorong ketersediaan barang kami di pasar, juga menambah wholesaler, mendorong pertumbuhan online channel profitabilitas lebih bagus, kita ekspor market ke Ghana, China, Kenya dan fokus distribusi di Nigeria dan Malaysia, kita new product launch, digital marketing,” kata dia.

Dengan demikian, perseroan berharap pendapatan hingga akhir tahun ini bisa lebih baik dari sebelumnya.

“Pendapatan Juni kemarin agak turun, tapi sampai akhir tahun berharap bisa lebih baik dari semester I, tidak bisa janji berapa karena dampak BBM dan juga inflasi. Semester II akan lebih baik, secara umum semester II selalu lebih baik, apalagi saat musim hujan, laba akan lebih baik,” ujar dia.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News