customer.co.idPIKIRAN RAKYAT- Alzheimer adalah penyebab paling umum dari penyakit demensia .

Selama penyakit tersebut berlangsung, zat kimia dan struktur otak berubah sehingga menyebabkan kematian sel-sel otak.

Lantas apa sajakah yang menjadi faktor risiko Alzheimer lainnya?

Nikhil Palekar, MD, direktur Stony Brook Center of Excellence untuk penyakit Alzheimer dan direktur Divisi Psikiatri Geriatri, memperingatkan meskipun wanita lebih rentan terhadap Alzheimer , jenis kelamin biologis mereka bukanlah satu-satunya faktor risiko.

Ada faktor lain yang memiliki risiko terkena Alzheimer , termasuk:

Nikhil Palekar dan National Institutes of Health mengatakan bahwa Alzheimer dapat diturunkan dalam keluarga, meskipun itu bukan jaminan.

Para ilmuwan belum menentukan gen tepat yang secara langsung bertanggung jawab untuk memicu penyakit Alzheimer onset lambat.

Namun NIH dan Palekar mencatat bahwa seseorang dengan varian genetik apolipoprotein E (APOE) pada kromosom ke-19 memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer .

Gen ini membantu membuat protein yang membawa lemak dalam aliran darah. Selain itu, kondisi seperti diabetes dan tekanan darah tinggi juga dapat mempengaruhi otak.

“Diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi menurunkan aliran darah ke otak dengan mempersempit pembuluh darah, dan itu juga dapat dikaitkan dengan Alzheimer ,” katanya.

“Jadi, kami tidak ingin menggantungkan topi kami pada tau.” ujar Nikhil Palekar lagi.

Pencegahan Alzheimer

Orang tidak dapat mengendalikan setiap aspek kerentanan mereka terhadap Alzheimer , termasuk jenis kelamin biologis dan genetika.

“Pada tahap ini, tidak ada peluru ajaib,” kata Laurence Miller, PhD, psikolog klinis dan forensik dan asisten profesor di Florida Atlantic University.

“Umumnya praktik kesehatan yang positif bermanfaat bagi otak dan tubuh.” ujarnya lagi.

Palekar setuju bahwa Alzheimer tidak dapat dicegah sepenuhnya, tetapi dia ingin pasien merasa diberdayakan untuk melakukan apa yang mereka bisa untuk menurunkan risiko mereka, terlepas dari jenis kelamin biologis atau riwayat keluarga mereka.

“Anda memiliki banyak hal yang dapat Anda lakukan,” katanya.

Langkah-langkah ini meliputi:

– Latihan- Minum obat dan mencari perawatan untuk mengendalikan kondisi seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular- Diet- Interaksi sosial- Menjaga otak tetap aktif melalui pekerjaan, permainan, dan teka-teki.

Demikian paparan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan pada penderita Alzheimer .***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://customer.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://customer.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News