customer.co.id – Belakangan orang Amerika banyak yang mencari kata kunci “kapan harus putus”, hal ini menurut data terbaru dari Google Trends.

Saat mencari tahu bagaimana dan kapan harus memutuskan pasangan mereka, beberapa memilih untuk melakukan aksi quiet quitting dalam hubungan.

Istilah berhenti diam-diam atau quiet quitting dilontarkan beberapa bulan yang lalu dan umumnya mengacu pada seorang pekerja.

Dalam konteks suatu hubungan, quiet quitting mengacu pada mereka yang tidak ingin melakukan pernyataan putus dan sebaliknya melakukan perbuatan aneh agar membuat hubungan itu berakhir.

Orang seperti itu dalam hubungan ingin mengekspresikan keinginannya dengan perilaku, sebab tidak bisa menyampaikannya dengan kata-kata.

Baru-baru ini, psikoterapis seks dan hubungan Lia Love Avellino, melihat banyak klien yang mencoba putus dari suatu hubungan tetapi tidak tahu caranya.

“Banyak orang yang khawatir tentang perpisahan adalah orang yang menyenangkan,” katanya, dikutip dari CNBC Internasional, Minggu (9/10/2022)

“Mereka pergi bersama dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri bahwa mereka tidak ingin menyakiti pasangan mereka, tetapi sebenarnya mereka tidak ingin terus merasakan ketidaknyamanan dalam hubungan tersebut,” imbuhnya.

Karena mereka menghindari percakapan untuk putus, tanda-tanda bahwa mereka tidak tertarik mungkin bersifat pasif agresif.

Nah, berikut ini 2 tanda yang bisa Anda kenali dari pasangan jika ingin putus, tapi enggan mengungkapkannya.

1. Pasangan akan berhenti bercerita

Memberi tahu pasangan apa yang dibutuhkan baik secara emosional atau fisik dapat menciptakan konflik, tetapi itu juga berarti Anda peduli, kata Avellino.

Jika pasangan tampaknya sudah tidak tertarik untuk mengomunikasikan apa yang mereka rasakan kepada Anda, kemungkinan itu menjadi pertanda ia ingin melepaskan diri dari hubungan tersebut.

Seperti misalnya, pasangan Anda adalah orang yang gampang cemburu, tapi akhir-akhir ini ia tidak menunjukan sikap itu. Mengungkapkan kecemburuan memang dapat mengurangi konflik, tetapi juga dapat menunjukkan kurangnya minat.

“Ketika Anda merasa cemburu, ada biaya untuk itu,” katanya. “Ada bagian dari dirimu yang penuh harapan dan percaya bahwa hubungan itu sepadan dengan pekerjaan.”

2. Melakukan ‘agresi’

Alih-alih melakukan percakapan langsung, pasangan Anda mungkin bertindak di luar karakter dia biasanya.

“Mereka mungkin berhenti karena pasangan mereka tidak memenuhi kebutuhan seksual mereka,” katanya. “Mereka berkata, ‘Saya akan pergi keluar setiap malam dan membuat Anda merasa seperti Anda tidak penting.’ Mereka mengeluarkan agresi pada hubungan, alih-alih mengatasinya.”

Hal-hal yang sebelumnya mereka sukai, seperti memasak makan malam atau pergi berkencan, mungkin akan berhenti.

“Tindakan yang mereka lakukan bertujuan untuk ‘memecat’ pasangannya, tetapi sebenarnya mereka merasa tidak enak karena kebutuhan mereka sendiri tidak terpenuhi.” katanya.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cnbcindonesia.com. Situs https://customer.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://customer.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News