Pada masa pandemik seperti ini, sekolah-sekolah masih lakukan evaluasi jarak jauh. Automatis, orang-tua harus menemani anak belajar lebih dari awalnya karena aktivitas mengajar-belajar yang diberi oleh guru jadi terbatas. Telah berjalan sepanjang satu tahun lebih, namun tetap ada masalah untuk banyak orang-tua.

Menemani anak belajar bukan pekerjaan yang gampang hingga orang-tua sering berasa kerepotan. Anak terkadang susah konsentrasi, terkadang bahkan juga susah dibawa belajar. Makin muda umur anak, makin susah juga dibawa belajar. Seringkali orang-tua harus cari langkah supaya anak ingin belajar. Tetapi, orang-tua harus menimbang umur dan kekuatan anak. Membuat situasi senang saat ajak anak belajar ialah langkah yang paling tepat. Anak bisa belajar dengan semangat.

Maka dari itu, berikut ini kami ingatkan untuk tidak memaksakan atau membentak anak supaya giat belajar dan kerjakan pekerjaannya. Hal itu cuma akan membuat anak stres dan semakin malas belajar. Tips membuat anak tetap semangat belajar menurut dokter anak, Yuk simak dibawah ini !

1. Jangan membandingkan pencapaian anak dengan anak lain

Membandingkan anak dengan anak lain bukan langkah yang arif untuk berikan motivasi. Anak malah bisa saja bersedih, bahkan juga kurang percaya diri dan berasa kalah atas anak lain. Yang lebih kronis, anak dapat berasa jika dianya bodoh. Bisa jadi anak tidak ingin belajar kembali karena telah berserah dengan kondisi.

Tetapi, terlampau beri pujian anak saat dia berprestasi juga beresiko. Salah-salah anak berasa tinggi hati dan tidak ingin belajar karena telah berasa pandai.

2. Lebih baik belajar sebentar-sebentar, tapi fokus

Meminta anak untuk tetap belajar dengan tenang dalam periode waktu yang lama memang susah karena anak-anak cepat berasa capek dan jemu. Tidak seperti orang dewasa yang bisa mengatur diri untuk selalu konsentrasi. Karena itu, memaksakan anak untuk melakukan bukan hal yang akurat. Saat anak telah capek atau jemu belajar, biarlah dia istirahat sesaat sampai senang.

Bila cukup istirahat, Mama dapat ajaknya belajar kembali. Untuk anak TK atau umur di bawahnya, 15-30 menit 1x belajar cukup. Makin tinggi umurnya, dapat dipertambah sedikit-sedikit durasi waktunya. Lebih bagus belajar sebentar-sebentar, tetapi konsentrasi dan teratur. Dibanding dengan belajar pada periode waktu yang lama, tetapi jemu karena jemu bisa membuat anak tidak mempernyerap pelajaran secara baik.

3. Buku bergambar dan berwarna-warni akan menarik perhatian anak

Ada orang yang tidak betah berhadapan dengan buku. Baru membaca sedikit saja telah jemu, bahkan juga mengantuk. Beberapa orang semacam itu umumnya lebih sukai membaca suatu hal yang bermotif atau warna, seperti komik. Begitu halnya anak-anak, tidak cuma anak balita saja yang lebih menyenangi buku bermotif. Anak umur sekolah banyak juga yang lebih menyenangi baca buku yang bermotif dibanding semua halaman disanggupi tulusan dengan paragraf yang tebal-tebal saja.

Apa lagi, anak-anak memang bisa lebih cepat berasa jemu dibandingkan orang dewasa. Tidak ada kelirunya Mama sediakan beberapa buku pengetahuan bermotif atau berwarna-warna untuk anak. Ditambah lagi, gambar lebih gampang dimengerti oleh anak dibanding tulisan. Hingga, dia dapat pahami tujuan satu kata atau kalimat saat menyaksikan gambarnya.

4. Alat peraga akan sangat membantu

Adanya alat peraga bisa membuat anak bisa lebih cepat tangkap yang dia dalami. Tersebut penyebabnya di sekolah juga guru terkadang mempersiapkan alat peraga. Misalnya, benda berwujud persegi, segitiga, dan lingkaran untuk mengenalkan beberapa macam wujud pada anak.

Untuk belajar bahasa juga Mama dapat memperlihatkan bendanya. Contoh, anak sedang belajar kalimat benda dengan bahasa Inggris, Mama bisa membawa buah apel untuk kata “apple” dan lain-lain.

5. Anak lebih senang dengan metode bermain sambil belajar

Anak usia TK hingga SD kecil masih sukai bermain. Mama dapat manfaatkan ini, lho! Coba untuk memberikan pengetahuan dalam bermainnya. Bila anak dapat santai, pengetahuan yang Mama berikan dikit demi sedikit bisa menempel dengan semakin kuat dalam daya ingatnya. Kebalikannya, memaksakan anak untuk belajar terlampau serius malah akan membuat alami depresi dan tidak kooperatif.

6. Tak semua anak berani bertanya, cobalah dekati sesekali

Memberi anak kesempatan untuk bertanya ialah cara yang baik saat sedang belajar dengannya. Tetapi, tidak semua anak berani menanyakan. Perlu dibiasakan dahulu pelan-pelan. Coba mendekati anak lebih dahulu dan tanyai apa dia alami kesusahan atau ada yang dia tidak ketahui. Bila dia masih malas menjelaskannya, coba untuk menerka apa kesusahannya. Mama bisa juga mengecek kerjanya untuk cari tahu.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News