customer.co.id – Baru-baru ini Rusia dituduh mengimport drone dari negara Iran, salah satu sekutunya.

Drone digunakan untuk melakukan pengeboman di beberapa wilayah yang ada di Ukraina .

Dalam pembaruan terbarunya tentang invasi Rusia ke Ukraina , Inggris mengataka bahwa Kremlin terus menggunakan kendaraan udara tak berawak (UAV) Shahed-136.

Drone buatan Iran tersebut kabarnya digunakan untuk menyerang sasaran di dalam wilayah Ukraina .

“Namun, upaya Ukraina untuk mengalahkan UAV Shahed-136 semakin berhasil, dengan sumber resmi,” kata kementerian pertahanan Inggris dalam sebuah cuitan.

Presiden Volodymyr Zelenskyy , mengeklaim bahwa hingga 85 persen serangan dicegat.

Drone Shahed-136 lambat, berisik, dan terbang di ketinggian rendah, sehingga membuat ‘pesawat tunggal mudah untuk menargetkan pertahanan udara konvensional,’ tambah kementerian itu.

Hal ini pun menggambarkan sistem pertahanan udara Ukraina sebagai semakin efektif.

Markas Pertahanan lebih lanjut mengatakan Moskow menggunakan drone ini sebagai pengganti senjata presisi jarak jauh buatan Rusia yang semakin langka.

Kemungkinan menggunakannya sebagai pengganti senjata presisi jarak jauh buatan Rusia yang semakin langka.

UAV Shahed-136 juga kadang-kadang dikenal sebagai drone kamikaze.

Dalam perang yang sedang berlangsung, drone jenis ini pertama kali digunakan oleh Kremlin dalam serangan di Kyiv tengah pada 17 Oktober 2022 kemarin.

Yakni beberapa hari setelah ledakan menghantam Jembatan Kerch yang menghubungkan Rusia ke Krimea.***

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News