customer.co.id – Ratu Elizabeth II naik tahta usai kepergian sang ayah, Raja George VI pada tahun 1952.

Pada saat itu, Ratu Elizabeth berusia 25 tahun dan merupakan seorang istri dari Pangeran Philip sekaligus ibu dari Pangeran Charles III, Putri Anne, Pangeran Andrew, dan Pangeran Edward.

Menjadi seorang istri dan seorang ibu yang harus menggantikan peran ayahnya sebagai Kepala Negara, membuat kehidupan Ratu Elizabeth II berubah.

Dia akan menjadi terkenal karena tugasnya dan pengabdiannya pada kehidupan pelayanan, dan merupakan tokoh penting bagi Inggris dan persemakmuran selama masa krisis dan perayaan.

Perjalanan di Inggris dan luar negeri mendominasi sebagian besar kehidupan Ratu Elizabeth II sebagai Pemimpin Negara.

Sebelum menyandang gelar sebagai seorang Ratu, Elizabeth II mengatakan bahwa “Tidak ada subjek ayah saya dari yang tertua hingga yang termuda yang tidak ingin saya sapa”.

Selama masa pemerintahannya, Ratu Elizabeth II mengunjungi setiap wilayah di belahan dunia dan setiap wilayah di Inggris.

Kotak merah milik Ratu Elizabeth II yang berisi surat-surat Negara selalu dibawa olehnya dalam kehidupan kerjanya.

Secara resmi, tugas Ratu Elizabeth II sebagai Pemimpin Negara adalah untuk membuat dan menyetujui RUU menjadi Undang-Undang Parlemen, atau undang-undang.

Ratu Elizabeth II juga memiliki hubungan khusus dengan Perdana Menterinya, dimana selalu dilakukan pertemuan rutin setiap minggu.

Putri sulung dari Raja George VI itu dikenal mampu memberikan dorongan dan bersikap netral secara politik.

Ratu dilayani oleh 15 Perdana Menteri Inggris selama masa pemerintahannya, dimulai dengan Winston Churchill pada tahun 1952, serta banyak Perdana Menteri di seluruh Wilayahnya.

Sebagai Kepala Negara, Ratu Elizabeth II juga bertindak sebagai diplomat dan nyonya rumah, menyambut lebih dari 110 Presiden dan Perdana Menteri ke Inggris dalam kunjungan resmi.

Ratu melihat pelayanan publik dan sukarela sebagai salah satu elemen terpenting dari pekerjaannya.

Dia memiliki hubungan sebagai pelindung kerajaan atau Presiden dengan lebih dari 500 badan amal, badan profesional, dan organisasi layanan publik.

Mulai dari badan amal internasional yang mapan hingga badan-badan kecil yang bekerja di bidang spesialis atau hanya secara lokal.

Sebagai Kepala Angkatan Bersenjata, Ratu Elizabeth II juga memiliki hubungan yang kuat dengan kapal Angkatan Laut, resimen tentara, dan skadron udara baik di Inggris maupun di seluruh wilayahnya.

Patronase dan badan amal Ratu mencakup berbagai inisiatif, mulai dari menciptakan peluang bagi kaum muda, hingga melestarikan satwa liar dan lingkungan.***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://customer.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://customer.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News