Uni Eropa (EU), Selasa (12/7), akan menghapus hambatan terakhir bagi Kroasia mengadopsi euro, sehingga memungkinkan ekspansi pertama dari blok mata uang itu dalam hampir satu dekade.

Pada pertemuan di Brussels, para menteri keuangan UE berencana untuk menyetujui tiga undang-undang yang akan membuka jalan bagi Kroasia untuk menjadi anggota ke-20 zona euro pada 1 Januari 2023. Negara UE terakhir yang bergabung dengan kawasan mata uang tunggal Eropa itu adalah Lithuania pada 2015.

Di blok 27 negara itu, mengadopsi euro menawarkan manfaat ekonomi. Sesama anggota bisa menjalin hubungan keuangan yang lebih dalam, dan tersedianya akses langsung ke otoritas moneter Bank Sentral Eropa. Warga zona euro — yang diperkirakan berjumlah 340 juta orang — kini tidak perlu lagi menukar uang mereka dengan kuna jika ingin berkunjung ke Kroasia.

Memasuki zona Euro juga memiliki imbalan politik karena mata uang bersama adalah proyek paling ambisius di Eropa untuk mengintegrasikan negara-negara di sana. Menjadi anggota zona itu membuka peluang bagi Kroasia untuk memiliki suara di lingkaran dalam UE. Setiap anggota memiliki kursi di meja pengambilan keputusan teratas UE.

Dibentuk pada tahun 1999 di antara 11 negara termasuk Jerman dan Prancis, zona euro telah melalui tujuh kali perluasan sebelumnya, yang dimulai dengan Yunani pada 2001.

Daya tarik keanggotaan euro yang kuat tercermin dari tiga ekspansi terakhir, yang membawa masuk negara-negara Baltik antara 2011 dan 2015. Selama periode itu, zona euro berjuang untuk menahan krisis utang yang dipicu oleh Yunani dan yang mengancam akan memecah aliansi mata uang itu.

Untuk menjadi anggota zona euro, negara calon harus memenuhi serangkaian kondisi ekonomi. Ini terkait dengan inflasi yang rendah, kondisi keuangan publik yang sehat, nilai tukar yang stabil dan biaya pinjaman yang terbatas.

Uni Eropa Siap Hapus Rintangan Terakhir bagi Kroasia Masuk Zona Euro

Bendera Uni Eropa berkibar di luar markas Komisi Uni Eropa di Brussel, Belgia, 5 Mei 2021. (Foto: REUTERS/Yves Herman)

Kroasia relatif kecil dan miskin, sehingga masuknya euro akan memiliki implikasi ekonomi internasional yang terbatas. Negara ini memiliki populasi sekitar 4 juta dan kekayaan per kapita kurang dari setengah dari rata-rata yang tercatat di kawasan euro. Tahun lalu kekayaan per kapita Kroasia tercatat hanya 13.460 euro atau setara dengan $13.500.

Meskipun demikian, dengan latar belakang perang Rusia di Ukraina dan aplikasi Kyiv yang tergesa-gesa untuk keanggotaan UE, adopsi euro yang akan segera dilakukan Kroasia mengirimkan sinyal politik yang berpotensi signifikan.

Kroasia sendiri terlibat perang pada awal 1990-an sewaktu Yugoslavia mengalami perpecahan. Negara tersebut mengajukan keanggotaan UE pada tahun 2003 dan bergabung dengan blok tersebut pada tahun 2013. Itu adalah kali terakhir UE diperluas. [ab/uh]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News