Pelaksanaan syariat Islam saat ini di Aceh belum berjalan maksimal karenanya perlu pendekatan tiga konsep untuk memaksimalkan pelaksanaanya dalam kehidupan sehari-hari

Banda Aceh (ANTARA) – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Darussalam Banda Aceh menyatakan akan menawarkan tiga konsep guna memaksimalkan pelaksanaan syariat Islam di provinsi berjuluk “Serambi Mekkah” itu.

“Pelaksanaan syariat Islam saat ini di Aceh belum berjalan maksimal karenanya perlu pendekatan tiga konsep untuk memaksimalkan pelaksanaanya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rektor UIN Ar Raniry, Prof Mujiburrahman di Darussalam, Banda Aceh, Sabtu.

Di sela-sela bersilaturrahmi dengan awak media, ia menjelaskan ada tiga konsep yang dapat diterapkan yakni pertama, mendidik masyarakat mengerti Islam dengan baik dan benar yakni masyarakat memahami dengan baik tentang Islam.

Selanjutnya kedua, membenah pranata sosial masyarakat seperti memberikan pemahaman dengan baik kepada masyarakat dan pelaku usaha dalam melaksanakan kegiatan sesuai syariat Islam dan memberikan kemudahan dalam mencari rezeki.

Kemudian ketiga, memberikan sanksi atau menghukum masyarakat yang melakukan pelanggaran syariat Islam.

“Artinya, berikan pemahaman dengan baik kepada masyarakat tentang agama dan apabila ada yang melanggar baru dilakukan hukuman bagi mereka,” katanya.

Baca juga: Santri diajak gubernur kawal syariat Islam di Aceh

Baca juga: Aceh pernah belajar syariat Islam ke Kelantan-Malaysia, sebut Wawako

Baca juga: Penegakan syariat Islam di Banda Aceh diapresiasi MPU

Menurut dia ketiga konsep tersebut perlu dilakukan oleh Pemerintah Aceh dalam memaksimalkan pelaksanaan syariat Islam.

“UIN Ar Raniry akan mengambil peran untuk meningkatkan pelaksanaan syariat Islam di Aceh dengan ikut serta memaksimalkan penerapan konsep tersebut,” katanya.

Ia juga menambahkan penerapan syariat Islam di Aceh tetap berada dalam bingkai NKRI yakni prosesi Islam moderat yang secara simpel melakukan harmonisasi manusia, alam dan Tuhan.

“Semakin harmonisnya manusia, alam dan Tuhan masalah akan selesai dan ‘rahmatanlil’alamin’, dan sebaliknya jika tidak harmonisnya manusia, alam dan Tuhan akan terjadi malapetaka,” katanya.

Kemudian menawarkan Islam moderat berbasis harmonisasi sinergi manusia, alam dan Tuhan.

Pihaknya optimistis penerapan konsep-konsep tersebut akan memaksimalkan pelaksanaan syariat Islam di provinsi itu, demikian Mujiburrahman.

Baca juga: UIN Ar-Raniry Aceh gelar konferensi internasional tentang Islam

Baca juga: Yayasan Hakka: Warga Tionghoa di Aceh nyaman dengan syariat islam

Baca juga: Akademisi sebut konsep BEREH bagian dari nilai ajaran syariah

Baca juga: DPRA minta sosialisasi qanun syariat Islam di Aceh diperluas

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Artikel ini bersumber dari www.antaranews.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News