PROFIL Hendra Kurniawan, Jenderal yang Diduga Intimidasi Keluarga Brigadir J soal Peti Jenazah

TRIBUNKALTIM.CO – Inilah profil Hendra Kurniawan, polisi berpangkat Jenderal yang diduga intimidasi keluarga Brigadir J soal peti jenazah.

Polemik kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J turut menyeret Brigjen Hendra Kurniawan.

Brigjen Hendra Kurniawan merupakan bawahan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo.

Baca juga: Pengakuan Bharada E dan Isi Suratnya untuk Keluarga Brigadir J, Kuasa Hukum: Ada Perintah Menembak

Hendra menjabat sebagai Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Divisi Propam Polri sejak 16 November 2020 dan kini menjadi perwira tinggi (Pati) Pelayanan Markas (Yanma) Polri per 4 Agustus.

Namanya menjadi sorotan karena diduga mengintimidasi dan melarang keluarga membuka peti jenazah Brigadir J.

Dikutip dari Kompas.comkuasa hukum keluarga Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak menceritakan sikap Hendra saat mendatangi rumah duka.

Hendra disebut memasuki rumah tanpa izin dan langsung menutup pintu.

Ia juga menekan dan melarang pihak keluarga memegang handphone, merekam, dan mengambil gambar terhadap jenazah Brigadir J.

“Datang ke kami sebagai Karo Paminal di Jambi dan terkesan intimidasi keluarga almarhum dan memojokkan keluarga sampai memerintah untuk tidak boleh memfoto,” kata Kamaruddin kepada awak media 19 Juli.

Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Johnson Panjaitan menyebut, Hendra yang mengirim jenazah Brigadir Yosua ke keluarga.

Dari kiri ke kanan: Brigjen Hendra Kurniawan, Brigjen Benny Ali, dan Irjen Ferdy Sambo. Peran dua jenderal bintang satu yang ikut dicopot Kapolri dari jabatannya bersama Ferdy Sambo diungkap sebelumnya oleh kuasa hukum Brigadir J. (Kolase Tribunnews.com/ISTIMEWA)


Artikel ini bersumber dari kaltim.tribunnews.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News