Palembang (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mengintegrasikan seluruh aplikasi digital kepegawaian dalam Santer (Satu Aplikasi Terintegrasi) untuk mendorong profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) dan efisiensi birokrasi.

Bupati Banyuasin Askolani di Pangkalan Balai, Jumat, mengatakan, inovasi Santer ini mengintegrasikan enam aplikasi kepegawaian dalam satu aplikasi

Kabupaten Banyuasin gali isu strategis pengelolaan gambut

Keenam aplikasi itu, Si Laki (Sistem Informasi Laporan Kinerja Secara Elektronik), Si Janda (Sistem Informasi Analisis Jabatan Secara Elektronik), Si Puma (Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat Secara Elektronik).

Kemudian, E-Personal (Kepegawaian Secara Elektronik), E-Kinerja/E-TPP (Kinerja Secara Elektronik) dan E-Jab (Evaluasi jabatan secara elektronik).

Petani Banyuasin miliki lahan uji coba budi daya jagung dikelola bersama pemerintah dan ICRAF

“Dengan menjadi satu aplikasi maka akan lebih efisien,” kata bupati.

Ia mengatakan Pemkab Banyuasin melahirkan aplikasi ini tak lain untuk mendorong profesionalisme ASN dalam melayani masyarakat.

Di bidang layanan masyarakat, Banyuasin juga melahirkan beberapa aplikasi digital untuk memudahkan warga mengakses layanan publik.

Asisten Deputi Perumusan dan Organisasi Kebijakan Penyerapan Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB Komarudin mengatakan sangat mengapresiasi lahirnya aplikasi ini karena dapat mendorong percepatan birokrasi yang ada di Pemkab Banyuasin.

Pembuatan aplikasi ini dilandasi oleh adanya penerjemahan yang berbeda-beda terhadap sistem pelaporan yang disampaikan oleh perangkat daerah.

Untuk itu aplikasi Santer ini dibuat sebagai bentuk efisiensi waktu anggaran dan kemudahan dalam berkoordinasi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Banyuasin.


Artikel ini bersumber dari sumsel.antaranews.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News