Ciri Ulat Grayak Spodoptera Frugiperda dan Cara Mengendalikannya

JAKARTA, KOMPAS.com – Ulat tentara atau ulat grayak menjadi salah satu hama yang menyerang tanaman jagung.

Ada banyak jenis ulat grayak. Terbaru adalah Spotodptera frugiperda atau cacing tentara jatuh. Ini menjadi hama paling merugikan petani.

Baca juga: 3 Jenis Hama Tanaman Jagung yang Bisa Menyebabkan Gagal Panen

Pasalnya, hama ini bisa merusak hampir seluruh bagian dari tanaman jagung. Bahkan, ulat tentara Spotodptera frugiperda bisa menyebabkan kegagalan pembentukan pucuk atau daun muda.

Spodoptera frugiperda tergolong hama baru karena pertama kali di temukan di Indonesia pada awal 2019 di daerah Sumatera.

Hama ini berasal dari wilayah Amerika Serika hingga Argentina. Persebaran hama ini sangat cepat dan serangannya bisa menyebabkan banyak petani jagung mengalami gagal panen.

Lantas, bagimana cara mengendalikan ulat tentara baru ini?

Dikutip dari Kementerian Pertanian CybexSabtu (6/8/2022), berikut cara mengendalikan hama ulat grayak Spotodptera frugiperda.

Baca juga: Cara Mengendalikan Hama Ulat Grayak pada Tanaman Jagung

Ciri-ciri ulat tentara Spodoptera frugiperda

SHUTTERSTOCK/KALE KKM Ilustrasi hama ulat grayak (Spodoptera litura) pada tanaman.

Ulat grayak termasuk hama yang memiliki banyak jenis. Setiap jenisnya memiliki ciri berbeda-beda. Ulat grayak Spodoptera frugiperda memiliki ciri seperti bentuk tubuhnya lonjong dan warna kulitnya hijau muda bercampur hitam.

Ciri ulat tentara ini juga bisa dilihat pada bagian kepalanya. Kepala Spodoptera frugiperda memiliki garis menyerupai huruf Y terbaik.

Baca juga: 6 Penyakit Tanaman Jagung yang Disebabkan Jamur, Bakteri, dan Virus

Hama ini bisa merusak tanaman jagung dengan cara menggerek daun jagung. Serangan berat dari hama ini bisa menyebabkan daun jagung hanya tersisa tulang dan batang saja.

Artikel ini bersumber dari www.kompas.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News