Cyberthreat.id – Raksasa media sosial Meta telah mengumumkan akan mulai melakukan uji coba enkripsi ujung ke ujung (E2EE) sebagai opsi default pada platform Facebook Messenger-nya.

Dikutip dari Bleeping Computer, perusahaan telah membuat pengumuman tersebut dalam posting blog pada 11 Agustus lalu. Di mana, dijelaskan bahwa fitur tersebut awalnya hanya tersedia untuk pengguna tertentu.

“Jika Anda berada di grup uji, beberapa obrolan anda yang paling sering mungkin secara otomatis dienkripsi ujung-ke-ujung, yang berarti anda tidak perlu ikut serta dalam fitur tersebut,” tulis Sara Su, direktur manajemen produk Facebook Messenger.

Su mengatakan, pengguna masih akan memiliki akses ke riwayat pesan lama. Sementara itu, setiap pesan atau panggilan baru dengan orang itu akan dienkripsi ujung-ke-ujung.

Tidak hanya itu

Selain itu, Meta juga memperkenalkan fitur pencadangan terenkripsi baru yang disebut dengan “Secure Storage” atau Penyimpanan Aman. Fitur ini akan menjadi cara default untuk melindungi riwayat percakapan terenkripsi End-to-End di Messenger.

“Anda akan memiliki beberapa opsi untuk memulihkan pesan Anda jika Anda memilih untuk melakukannya,” tulis Meta.

Fitur ini juga akan memberikan keamanan pada PIN dan kata sandi pengguna, yang keduanya perlu disimpan untuk memberikan akses ke akun seseorang di perangkat baru. Misalnya, untuk perangkat iOS, pengguna dapat menggunakan iCloud untuk menyimpan kunci rahasia yang memungkinkan akses ke cadangan.

“Meskipun metode melindungi kunci Anda ini aman, metode ini tidak dilindungi oleh enkripsi ujung-ke-ujung Messenger,” tambah Meta.

Facebook mulai menguji fitur keamanan yang disebutkan di atas, bersama dengan beberapa fitur lainnya, di Android dan iOS, tetapi opsi tersebut belum tersedia di messenger.com atau Messenger untuk desktop.

“Kami akan terus memberikan pembaruan saat kami membuat kemajuan menuju peluncuran global enkripsi end-to-end default untuk pesan dan panggilan pribadi pada tahun 2023,” tutup Meta.

Sebagai informasi, fitur Messenger baru datang hampir setahun setelah pelapor Facebook mencela Meta karena memprioritaskan keuntungan di atas keselamatan pengguna. Bahkan, baru-baru ini, kredensial Facebook (dan Twitter) Disneyland dicuri oleh seorang peretas yang memposting serangkaian postingan rasis dan homofobik.

Sumber : news.google.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News