loading…

Digidata sebagai perusahaan rintisan di bidang teknologi Biometrik dari Indonesia menorehkan prestasi baru.

JAKARTA – Digidata sebagai perusahaan rintisan di bidang teknologi Biometrik dari Indonesia menorehkan prestasi baru. Digidata lolos dalam sertifikasi pada kategori FRVT 1:N (one-to-many) Identification dan FRVT 1:1 dengan kategori ‘algorithm to detect and produce templates from multiple faces in one image’.

Chief Information Officer Digidata Yogi Liman mengatakan, prestasi ini tentu saja berdasarkan dengan kerja keras yang dilakukan oleh segenap tim yang dapat membawa Digidata mencatatkan rekor baru sebagai perusahaan teknologi biometrik asal Indonesia untuk kategori Face Match 1:N.

(Baca juga:Bank BJB Kolaborasi dengan Digidata Mudahkan Layanan Onboarding)

“Prestasi ini berhasil dicapai Digidata dalam waktu yang singkat, mengingat umur Digidata yang belum genap setahun,” ungkap Yogi Liman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/7/2022).

Kategori FRVT 1:N (one to many) Identification adalah pengujian pada teknologi biometrik yang lebih kompleks di mana teknologi face recognition akan membandingkan sebuah foto dengan puluhan jutaan foto sekaligus.

Berdasarkan ranking NIST, teknologi yang dimiliki Digidata termasuk ke dalam kategori yang tercepat. Tidak hanya itu, Digidata juga memperoleh peringkat kedua pada pembacaan 1,6 juta data pada kategori ini.

(Baca juga:Resmi Tercatat di IKD OJK, Digidata Terus Kembangkan Bisnis)

Digidata berhasil menjadi yang kedua tercepat setelah memenuhi kriteria complex yang ditentukan oleh NIST. NIST juga mengukur durasi semua fungsi panggilan termasuk durasi awal, finalisasi dan pencarian panggilan.

NIST mengukur beberapa kriteria tersebut dengan menggunakan sistem yang memiliki resolusi tinggi pada kelas server yang digunakan. Sistem yang dikembangkan oleh Digidata dapat memverifikasikan wajah dengan jutaan database yang ada hanya dalam hitungan milidetik.

Tidak hanya itu, sistem yang dimiliki Digidata pada kategori FRVT 1:1 juga dapat memverifikasi dua wajah sekaligus dalam satu foto. Teknologi dari Digidata juga memiliki ketepatan yang sangat tinggi dalam melacak wajah seseorang.

Sumber data yang dimiliki juga dijamin tepat karena Digidata merupakan salah satu Platform Bersama dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan tercatat sebagai penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam klaster E-KYC.

Seperti yang sudah diketahui, NIST merupakan lembaga standarisasi dan salah satu laboratorium bidang sains dan teknik tertua di Amerika Serikat, berada di bawah kendali Departemen Perdagangan pemerintah Amerika Serikat. NIST juga terlibat secara langsung di dalam pembuatan standar dan pemeriksaan yang dilakukan oleh sektor privat dan badan- badan pemerintah.

“Hal ini membuat Digidata siap untuk menjadi jawaban bagi permintaan pasar, terutama bagi perusahaan penyedia layanan jasa keuangan dan juga perusahaan berbasis teknologi dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi di dunia digital,” kata Alwin Jabarti Kiemas, selaku perwakilan Direksi dan Manajemen Digidata.

(dar)

Artikel ini bersumber dari ekbis.sindonews.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News