SURYA.CO.ID, BLITAR – Batalnya kembali sidang paripurna untuk membahas Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2022 di DPRD Blitar, Kamis (11/8/2022) malam lalu, belum berhenti digunjingkan masyarakat. Batalnya agenda paripurna untuk kali kedua itu, bahkan disoroti tajam oleh LSM KRPK (Komite Rakyat Pemberantasan Korupsi) sebagai tindakan yang kekanak-kanakan.

M Trianto selalu koordinator KRPK menjelaskan, batalnya sidang paripurna pembahasan PAK itu sudah tersebar keluar gedung dewan. Ia mengungkapkan, masyarakat sudah tahu bahwa hubungan antara anggota dewan dengan eksekutif, khususnya Bupati Rini Syarifa, kurang harmonis.

“Seharusnya kalau ada masalah antara Pemkab dan DPRD Blitar, misalnya ada sesuatu yang membuat hubungan tak nyaman, kan bisa dibicarakan. Minimal kedua belah pihak mengirimkan perwakilan untuk mencairkan situasi tersebut. Namun kalau senjaga tidak hadir hingga membuat batal rapat penting, itu namanya mutung. Dan kita tahu yang suka mutung itu kan anak-anak,” ungkap Trianto, Minggu (14/9/2022).

Menurutnya, aksi mutung berjamaah anggota dewan hingga tidak mencapai kuorum dua kali rapat paripurna itu bukan masalah utama. Namun berdampak pada batalnya rapat penting PAK untuk masa depan rakyat Kabupaten Blitar.

“Kalau masalah utamanya belum terselesaikan, apakah bisa akan terlaksana jika (paripurna) diagendakan kembali untuk kali ketiga nanti,” ujar Trianto.

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Mujib berdalih bahwa ia bersama anggota dewan dari Fraksi Gerindra tidak tahu kalau ada paripurna PAK karena sedang berada di luar kota. Saat itu, semua anggota dewan se-Indonesia dan pengurus dari Gerindra sedang menghadiri Rapimnas yang digelar DPP Partai Gerindra di Sentul.

“Kami (6 anggota dewan dari Gerindra) sedang mengikuti Rapimnas, sehingga tidak bisa datang (di paripurna) jadi itu bukan kesengajaan. Kalau teman-teman lain yang tak hadir, kami nggak tahu, kami nggak mau berkomentar,” sergah Mujib.

Atas batalnya rapat paripurna pertama pada Kamis (4/8/2022) silam, Mujib menegaskan tak ada faktor lain. Ia mengatakan, waktu itu eksekutif juga belum menyiapkan dokumen PAK yang akan dibahas.
“Yang jelas, Gerindra tidak ada masaalah apa-apa. Untuk agenda paripurna ketiga nanti, anggota Gerindra pasti datang semua,” janjinya.

Namun kapan agenda paripurna ketiga, Mujib belum bisa memastikan karena harus dibahas dulu dalam rapat Banmus (Badan Musyawarah) dewan. ”Kalau minggu ini kayaknya belum bisa karena agendanya masih terkait peringatan kemerdekaan. Mungkin Banmus baru bisa dilaksanakan minggu depan,” ujarnya.

Seperti diberitakan, agenda pembahasan PAK 2022 batal sampai dua kali dan sampai kini belum jelas kapan diagendakan lagi. Padahal, itu rapat penting karena menyangkut kegiatan Pemkab Blitar ke depan. *****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News