SURYA.CO.ID, BLITAR – Dua kecelakaan maut yang menewaskan empat orang dalam waktu berdekatan di Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Sabtu (16/7/2022) malam lalu, hampir luput dari perhatian warga sekitar. Bahkan salah satu korbannya adalah pengendara motor Mio tanpa nopol, yang ditemukan berada di kolong bagian belakang sebuah truk.

Kejadian yang dialami pemotor Mio bernama Dedi (34) itu adalah yang pertama, yaitu di jalan Desa Banjarsari, Kecamatan Selorejo, sekitar pukul 20.00 WIB. Warga sekitar sampai miris, karena Dedi malah ditemukan tewas tergeletak di belakang truk, setelah bertabrakan.

Korban tewas di TKP dengan luka parah, bahkan sepeda motornya yang tanpa nopol diketahui rusak parah. Dugaannya, motor korban sempat terlindas truk nopol AG 893 PF yang dikemudikan Setiawan (36), warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Selorejo. “Ini masih diselidiki, bagaimana proses kejadiannya,” kata AKP Eko Sujoko, Kapolsek Selorejo, Minggu (17/7/2022).

Menurutnya, kecelakaan itu terjadi di perempatan jalan depan balai Desa Banjasari. Saat itu korban melintas dari arah Selatan atau arah rumahnya, yang hanya berjarak sekitar 500 meter.

Ketika akan melewati perempatan itu, korban sempat mengurangi laju sepeda motornya. Mungkin karena berada di perempatan jalan itu sehingga ia berhati-hati meski sepi kendaraan. Bersamaan itu, dari arah depannya atau arah Selatan, melaju truk yang baru mengangkut.

Entah apa yang terjadi, kecelakan, yang adu banteng itu tidak bisa dihindari. Warga mengaku hanya mendengar suara benturan keras BRAKK! Warga langsung berdatangan.

Namun, yang membuat heran warga, kecelakaan dari arah berlawanan itu, justu tubuh korban ditemukan di belakang truk, dengan kondisi terluka parah. Diduga setelah ditabrak truk, korban dan motornya tersungkur dan terseret di bawahnya sampai luka parah.

Sedangkan kecelakaan kedua malam itu terjadi di lokasi yang tidak terlalu jauh yaitu di Desa Boro, Kecamatan Selorejo. Kejadiannya, dua sepeda motor beradu benturan dari depan, dan menewaskan tiga orang.

Mereka adalah Sujud (36), dan bapaknya, Darman (52), warga Desa Boro, yang berboncengan sepeda motor Yamaha RX King nopol N 2965 EM, Yusuf (16), warga Desa Ampelgading, yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX. “Ketiganya meninggal dunia di TKP karena sepeda motornya bertabrakan dari arah depan,” ujar Eko.

Menurutnya, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 21.14 WIB. Malam itu Sujud mengantarkan bapaknya membeli jamu. Sepulang membeli jamu, Sujud yang melaju dari arah Selatan atau Desa Ngreco berpapasan dengan Yusuf, yang masih pelajar SMA.

Dan tepat di dekat lapangan sepak bola yang jalannya lurus, keduanya bertabrakan. Namun karena jalannya sepi agak jauh dari perkampungan sehingga tak langsung diketahui warga. ****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.

Baca Artikel Menarik Lainnya dari Customer.co.id di Google News